BONE–Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos, MM, pria kelahiran 04 Juni 1979, menjadi pusat perhatian dalam menanggapi permasalahan kelangkaan pupuk yang masih menjadi kendala serius bagi kalangan petani di Kabupaten Bone.
Menanggapi persoalan tersebut, H. Andi Asman Sulaiman menyampaikan bahwa Menteri Pertanian RI, Dr Ir Andi Amran Sulaiman, telah mengambil langkah konkret dengan mencabut mekanisme penyaluran pupuk di Indonesia. Hal ini diharapkan dapat mengurangi hambatan dan meningkatkan ketersediaan pupuk bagi para petani di Kabupaten Bone.
“Kami mengapresiasi kebijakan Menteri Pertanian yang telah mencabut mekanisme penyaluran pupuk. Langkah ini sangat diharapkan dapat membantu petani kami untuk mendapatkan pupuk dengan lebih mudah dan efisien,” ujar H. Andi Asman Sulaiman.
Meskipun demikian, Kabupaten Bone juga dihadapkan pada tantangan lain, yaitu pengaruh fenomena El-Nino yang menghambat para petani selama beberapa bulan terakhir. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dengan serius adalah pemenuhan kebutuhan air melalui pembangunan sumur bor.
“Pompa air dan pembangunan sumur bor menjadi prioritas utama kami dalam menghadapi dampak El-Nino. Ketersediaan air yang cukup akan sangat mendukung produktivitas pertanian di wilayah ini,” tambah H. Andi Asman Sulaiman.
Langkah-langkah konkret seperti penyediaan pompa air yang handal dan peningkatan infrastruktur sumur bor diharapkan dapat membantu petani melewati tantangan yang dihadapi akibat cuaca ekstrem.
Dengan langkah-langkah ini, Kabupaten Bone berharap dapat mengatasi kendala kelangkaan pupuk dan dampak El-Nino, serta mendorong pertumbuhan sektor pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani. (*)






