
BONE–SMK Pelayaran Baruna Jaya kembali mencetak sejarah dengan menggelar Wisuda Perwira Pelayaran Kapal Niaga Program Diklat Pelaut Tingkat IV Pembentukan Angkatan Ke-VI. Kegiatan yang penuh kebanggaan ini dirangkaikan dengan acara kenaikan tingkat serta pelantikan Catar-Catari Angkatan 26, berlangsung megah di Novena Hotel, Sabtu, 12 Oktober 2024.
Suasana khidmat dan semangat terasa sejak dimulainya upacara, di mana Dr. H. Irwan SH, M. Mar. E, Wakil Direktur II Politeknik Pelayaran Barombong Makassar, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dalam sambutannya, Dr. Irwan menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kemajuan pesat yang telah dicapai oleh SMK Pelayaran Baruna Jaya. “Dulu sekolah ini hanya memiliki gedung, belum ada simulator. Alhamdulillah, sekarang sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas canggih,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya alumni dalam membesarkan nama baik almamater. “Kalau bukan alumni, siapa lagi yang akan membesarkan sekolah ini? SMK Pelayaran Baruna Jaya kini sudah dikenal di seluruh Nusantara, dan regenerasi adalah kunci. Kalianlah yang akan menjadi penggantinya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dr. Irwan mengajak para wisudawan untuk beradaptasi dengan perubahan zaman dan tetap berjuang dengan semangat tinggi. “Dulu saya hanya lulusan D3, namun dengan perubahan lingkungan, kami berpacu dengan sekolah-sekolah lain. Jika orang lain bisa, mengapa kita tidak bisa? Keberanian dan kejujuran adalah kunci, karena banyak orang pintar, tapi tidak semua jujur,” ujarnya tegas.
Ia juga menekankan pentingnya etika, kepemimpinan, dan keteladanan bagi para calon perwira. “Di kampus, kalian adalah calon perwira, jadi harus mandiri. Di rumah mungkin kalian menjadi anak mama, tetapi di sini ada aturan yang membatasi, dan itu mengajarkan disiplin,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Irwan juga berpesan kepada para orang tua untuk terus memantau perkembangan anak-anak mereka. “Orang tua adalah penentu ke mana anak-anak diarahkan. Mereka harus dipantau dan didukung untuk menjadi pelaut yang andal,” katanya.
Keberagaman menjadi salah satu kekuatan di SMK Pelayaran Baruna Jaya. Siswa-siswi yang datang tidak hanya dari Bone, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia. Hal ini, menurut Dr. Irwan, mengajarkan mereka untuk saling menghargai perbedaan. “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” tutupnya.
Acara ini menjadi momen penting bagi para wisudawan dan Catar-Catari. Mereka siap melangkah ke dunia profesional dengan semangat tinggi, membawa nama baik SMK Pelayaran Baruna Jaya yang semakin dikenal sebagai sekolah pelayaran terdepan di Nusantara.
Sementara itu, Ketua Harian Yayasan Pendidikan dan Sosial Baruna Jaya Drs. Andi Pamelleri Patimbangi mengungkapkan bahwa SMK Pelayaran Baruna Jaya Watampone terletak di Jalan Laksamana Yos Sudarso, Kelurahan Bajoe. SMK Pelayaran Baruna Jaya Watampone telah menjadi institusi penting dalam melahirkan pelaut-pelaut profesional sejak didirikan pada tahun 1999. Berdiri di bawah naungan Yayasan Pendidikan dan Sosial Baruna Jaya, sekolah ini berperan sebagai salah satu lembaga pendidikan pelayaran unggulan di wilayah Indonesia Timur, khususnya di Kabupaten Bone.
Menurut Ketua Harian Yayasan, Drs. Andi Pamelleri Patimbangi, SMK Pelayaran Baruna Jaya didirikan dengan misi besar untuk menjawab kebutuhan industri pelayaran, baik nasional maupun internasional. “Sekolah ini bertujuan untuk mendidik pelaut yang kompeten, berdaya saing, serta beriman dan berbudi pekerti luhur,” katanya. Sejak berdiri, sekolah ini mengalami perjalanan panjang, dimulai dengan menempati gedung pinjaman di SDN 17 Bajoe sebelum pindah ke SMP Negeri 7 Watampone. Pada 2009-2011, melalui bantuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sekolah ini akhirnya memperoleh gedung permanen yang memungkinkan pengembangan fasilitas dan kualitas pendidikannya.
Sebagai satu-satunya SMK pelayaran di Kabupaten Bone, SMK Pelayaran Baruna Jaya mendapat pengakuan bergengsi, termasuk akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional-SMK pada 2016 dan sertifikasi ISO 9001:2015, yang baru-baru ini diperbarui pada Juni 2024. Selain itu, sejak 2019, sekolah ini juga memegang sertifikat approval dari Kementerian Perhubungan RI, sebagai bukti pengakuan terhadap standar pendidikan pelayaran yang diterapkannya. Saat ini, sekolah sedang menunggu perpanjangan approval untuk periode 2024-2029.
Dengan fokus pada kurikulum yang sesuai Standar Internasional Maritime Organization (IMO), seperti STCW 1978, SMK Pelayaran Baruna Jaya menawarkan dua kompetensi keahlian utama: Nautika Kapal Niaga dan Teknika Kapal Niaga. Para taruna-taruni yang belajar di sini juga dilatih dengan berbagai sertifikasi penting seperti Basic Safety Training (BST), Medical First Aid (MEFA), Security Awareness Training (SAT), dan Advance Fire Fighting (AFF), yang semuanya diperlukan untuk membangun karier di industri pelayaran.
Di tahun 2024 ini, sekolah telah mengirim 15 alumninya untuk melanjutkan pendidikan perwira di BP2IP Barombong. Drs. Andi Pamelleri menyatakan bahwa para alumni SMK Pelayaran Baruna Jaya telah tersebar di berbagai instansi nasional dan internasional, termasuk TNI-AL, POLRI, SAR Nasional, serta perusahaan pelayaran di luar negeri.
“Sejak 2001, SMK Pelayaran Baruna Jaya telah menamatkan 23 angkatan. Pada tahun ini, 16 siswa dari program Keahlian Nautika Kapal Niaga dan Teknika Kapal Niaga telah diwisuda, menambah deretan lulusan berprestasi yang siap berlayar mengarungi dunia,” ujar Andi Pamelleri.
Saat ini, ada 65 taruna dan taruni yang menempuh pendidikan di sekolah ini, yang berfokus pada standar internasional Maritime Organization (IMO) seperti STCW 1978 dan amandemennya, serta Kurikulum K13 menuju Kurikulum Merdeka. Mereka akan mendapatkan sertifikasi yang penting untuk karier di bidang pelayaran, seperti:
BST (Basic Safety Training)
MEFA (Medical First Aid)
SAT (Security Awareness Training)
AFF (Advance Fire Fighting)
SMK Pelayaran Baruna Jaya juga sedang mengurus sertifikat tambahan yang akan tersedia bagi alumni dan masyarakat umum yang memenuhi syarat.
Pada upacara ini, dilaporkan bahwa taruna-taruni yang hadir berasal dari beberapa kabupaten dan provinsi di Indonesia, di antaranya:
Provinsi Kalimantan Utara tepatnya Kabupaten Nunukan sebanyak 18 orang, Provinsi Kalimantan Timur tepatnya Kabupaten Kutai Kartanegara 1 orang, Provinsi Sulawesi Tenggara tepatnya Kabupaten Wakatobi sebanyak 1 orang dan Provinsi Sulawesi Selatan meliputi Kabupaten Bone sebanyak 29 orang dan Kabupaten Pinrang 1 orang.
Selain itu, dilaporkan bahwa jumlah wisudawan program Keahlian Nautika Kapal Niaga dan Teknika Kapal Niaga dari SMK Pelayaran Baruna Jaya Watampone berjumlah 16 orang. Sejak 2001, sekolah tersebut telah menamatkan 23 angkatan dengan para alumni tersebar di berbagai instansi, termasuk TNI-AL, TNI-AD, POLRI, PNS, SAR Nasional, dan perusahaan pelayaran, baik dalam maupun luar negeri.
Dengan tenaga instruktur yang berjumlah 23 orang, terdiri dari perwira ANT/ATT I hingga IV dan tenaga pendidik umum, SMK Pelayaran Baruna Jaya berkomitmen untuk terus mencetak generasi pelaut masa depan yang siap berkontribusi di industri maritim global. (*)






