
Bone — Kanal Sungai di Jalan Mangga, Kelurahan Jeppe’E, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Minggu (10/8/2025) mendadak riuh. Suara sorak penonton bercampur riak air, menyemarakkan Lomba dayung yang digelar Pemerintah Kabupaten Bone melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) dalam rangka HUT ke-80 Proklamasi Kemerdekaan RI.
Bukan sekadar lomba biasa, arena dayung kali ini diwarnai aksi langsung para tokoh penting Bone. Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, dan Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, MM, bahkan tak sekadar membuka acara, tapi turun langsung mengadu kekuatan di lintasan. Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala OPD, camat, jurnalis, LSM, hingga perwakilan dari 27 kecamatan ikut meramaikan lomba.

Acara dibuka resmi oleh Bupati Bone dengan pembentangan bendera start. Putaran awal diwarnai laga “antar-camat” — Camat Tanete Riattang Timur Dr. Andi Muhammad Iqbal Walinono, Plt. Camat Tanete Riattang Barat Amin Jaya, SPt, dan Camat Tanete Riattang.
Tensi langsung naik saat Bupati Andi Asman berhadapan dengan Wabup Andi Akmal dan Dandenpom XIV/1 Letkol Cpm Paryoto. Turun berpasangan dengan Dandim Bone Letkol Inf. Laode Muh. Idrus, duet Bupati ini melesat menjadi juara kategori double sculls, meninggalkan Wabup di posisi kedua dan Dandenpom di peringkat ketiga.
Tak kalah sengit, duel antara Kapolres Bone AKBP Sugeng Setyo Budi dan Pj Sekda Bone Andi Saharuddin memancing gelak tawa penonton. Start sama kuat, namun di tengah lintasan perahu Sekda oleng, memberi celah lebar bagi Kapolres untuk melaju sendirian ke garis finis. “Lucu sekali, semua tepuk tangan sambil tertawa,” kata seorang penonton di tepian kanal.
Para srikandi OPD juga unjuk kemampuan. Tiga staf ahli Bupati — Hj. Andi Nurmalia, SH., MH, Dra. Hj. Andi Yuliati, MH, dan Ir. Wahida, M.Si — beradu di lintasan, dan akhirnya Hj. Andi Nurmalia keluar sebagai juara. Nama-nama seperti Plt. Kepala BKAD Bone Hj. Andi Tenriawaru, Kepala DP3A Hasnawati Ramli, S.Sos., MM, Plt. Sekretaris DPRD Bone Hj. Faidah, S.STP, hingga anggota DPRD perempuan Andi Purnama Sari juga ikut memanaskan kompetisi.
Kategori wartawan dan LSM tak kalah seru. Dari ronde awal, Adry (Ujung Pena Media) dan Justang (Kabarta.Id) tampil dominan. Setelah melewati babak penyisihan yang diwarnai kehadiran nama-nama seperti Agus (Pantaunesia.co.id), Askar Syam (tobonemedia.com), Ashari (Fajar), Ilham (Kode Indonesia), hingga perwakilan JOIN, partai final akhirnya mempertemukan Justang dan Adry. Hasilnya, Justang mengayuh lebih cepat, membawa pulang gelar juara.
Di balik riuhnya pertandingan, suasana lomba dayung ini menjadi simbol kekompakan dan keceriaan lintas profesi di Bone. Semua larut dalam semangat HUT RI ke-80, tak peduli kalah atau menang, yang penting dayungnya sampai ke tepi, dan tawa tetap mengalun di udara.
Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, hadir menyaksikan langsung antusiasme warga. Dengan senyum hangat, ia mengapresiasi inisiatif Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bone yang menghidupkan kembali semangat olahraga tradisional ini.
“Momentum ini tidak hanya menjadi sarana hiburan dan silaturahmi, tetapi juga menjadi cara kita menjaga kanal sungai agar selalu bersih dari sampah. Air adalah sumber utama penghidupan yang harus selalu dijaga. Kanal ini bukan hanya saluran drainase, tetapi juga mengaliri persawahan. Jadi, mari kita rawat bersama,” ujar Bupati Asman.
Lomba dayung kali ini menjadi magnet tersendiri bagi warga. Penonton berjubel di tepi kanal, bertepuk tangan memberi semangat setiap kali perahu melesat meninggalkan riak. Anak-anak berlarian di tepian, sementara para pedagang kaki lima memanfaatkan momen ini untuk menghidupkan roda ekonomi kecil.
Kepala Dispora Bone, H. A. Akbar, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini punya misi ganda.
“Lomba ini memang untuk menyemarakkan HUT RI, tetapi sekaligus ajang promosi olahraga dayung kepada masyarakat. Dari sini kita bisa melihat potensi bibit atlet yang berbakat. Karena itu, lomba kami buka untuk umum, mewakili kecamatan masing-masing,” jelasnya.
Tak hanya soal adu cepat mengayuh, lomba ini juga menjadi panggung kampanye kesadaran lingkungan. Lewat keseruan dayung, pesan untuk menjaga kebersihan kanal mengalir begitu alami. Seperti yang disampaikan Akbar, himbauan Bupati Bone tentang pentingnya sungai bebas sampah kini dibalut dalam kemeriahan kompetisi.
Kanal Sungai Jalan Mangga hari itu menjadi saksi bahwa olahraga, kebersamaan, dan kepedulian lingkungan bisa berpadu indah. Setiap kayuhan bukan hanya menuju garis finish, tapi juga mengayuh pesan bahwa sungai bersih adalah sumber kehidupan yang tak ternilai. (*)






