KEFAMENANU, Zonanusantara – Lembaga Les Musik Organ Gloria Kefamenanu melaksanakan Ujian Terbuka Tahap I Angkatan ke-11 pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Pimpinan sekaligus instruktur Lembaga Les Musik Organ Gloria Kefamenanu, Yohanes G. Amsikan, S.Fil., M.Hum., menjelaskan bahwa ujian terbuka tidak semata-mata bertujuan mengukur kemampuan peserta dalam memainkan organ.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai pendidikan yang lebih luas. Para peserta dievaluasi berdasarkan materi pembelajaran yang telah diberikan, khususnya lagu-lagu dengan not balok.
Lebih dari kemampuan teknis, ujian terbuka ini juga menjadi sarana mengukur kesiapan mental, keberanian, konsentrasi, ketenangan, dan kepercayaan diri peserta ketika tampil di hadapan banyak orang.
“Kursus musik bukan sekadar hobi. Anak-anak perlu belajar bertanggung jawab, berani tampil, disiplin, dan terus mengembangkan kemampuan yang mereka miliki,” ungkap Yohanes G. Amsikan, alumnus Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
Ia menambahkan, pengalaman tampil secara langsung sangat penting bagi perkembangan peserta didik. Dengan terbiasa tampil di depan publik, anak-anak diharapkan mampu menghadapi berbagai situasi dengan lebih tenang dan percaya diri.
Lebih jauh, proses belajar musik juga dinilai mampu membentuk karakter anak. Disiplin berlatih, ketekunan, tanggung jawab, kreativitas, konsentrasi, dan keberanian merupakan nilai-nilai yang tumbuh seiring proses pembelajaran musik.
Sebanyak empat peserta mengikuti Ujian Terbuka Tahap I Angkatan ke-11, yaitu Amoreiza Naihati, siswa kelas 2 SDK Marsudirini Kefamenanu; Hani Taena, siswa kelas 4 SDK 1 Kefamenanu; Chiara Bau, siswa kelas 7 SMP Xaverius Putri Kefamenanu; dan Selen Usboko, siswa kelas 9 SMP Xaverius Putri Kefamenanu.
Pada kesempatan yang sama, 36 peserta Les Musik Organ Gloria lainnya mengisi acara dengan mempersembahkan kemampuan bermusik. Penampilan ini menjadi bagian penting dari proses pembelajaran karena memberi kesempatan kepada setiap siswa menunjukkan perkembangan keterampilan musik yang telah dipelajari.
Suasana kegiatan semakin hangat dan meriah dengan kehadiran orang tua, sanak keluarga, kerabat, serta kenalan peserta. Dukungan dan kehadiran mereka menjadi suntikan semangat bagi anak-anak yang tampil sekaligus menciptakan atmosfer kebanggaan dan kekeluargaan.
Orang Tua Apresiasi
Anitha Bani, S.H., orang tua peserta kursus Mario Lopes dan Mey Lopes, menilai kehadiran lembaga tersebut memberikan ruang positif bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat dan keterampilan melalui musik.
Menurutnya, ujian ini sangat penting karena anak-anak mendapatkan pengalaman, keberanian, kedisiplinan, serta kesempatan untuk mengenali dan mengembangkan potensi yang mereka miliki.
Ia berharap dari proses pembelajaran tersebut akan lahir generasi muda yang terampil memainkan organ, serta menjadi organis yang handal dan berkarakter di masa depan.






