SURABAYA – Pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Jawa Timur (Jatim) memanas.
Pasalnya, dalam pelaksanaan musyawarah untuk memilih Ketua FORKI Jatim tersebut diwarnai adanya aksi Walk Out puluhan perguruan dan pengurus FORKI Kota/Kabupaten yang memiliki hak suara.
Aksi walk out atau aksi meninggalkan tempat untuk memulai pemogokan tersebut dilakukan akibat adanya beberapa peserta Musprov yang terlihat memaksakan diri untuk bisa mengusung kandidat calon dukungan mereka, yakni K. Koento.
Ketua FORKI Kabupaten Gresik, Rokim mengaku kecewa dengan pelaksanaan musprov tersebut. Karena, dalam rapat pleno banyak keputusan yang dinilai merugikan.
“Sebenarnya tahapan pendaftaran sudah berjalan, dan hanya ada satu kandidat yang telah menjalani semua tahapan,” katanya, Minggu (19/4/2026).
Rokim menjelaskan, dalam tahapan pendaftaran itu, mantan atlet karate Jawa Timur, Purwanto yang telah resmi mendaftar sebagai calon Ketua FORKI Jatim periode 2026–2030 dengan membawa 35 surat dukungan, terdiri dari 22 FORKI kabupaten/kota dan 13 perguruan karate di Jawa Timur.
“Beliau (Purwanto) sudah menjalani prosedur pendaftaran sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh Tim Penjaringan, sedangkan, rivalnya itu (J. Koento) itu tidak mendaftarkan diri, tapi pendukungnya ngotot, dengan mempermasalahkan tim penjaringan itu,” tegasnya.
Sebagai informasi, dalam tahapan pendaftaran calon Ketua FORKI Jatim, Purwanto telah menyarankan berkas ke sekretariat tim penjaringan pada 16 April 2026, dan diterima untuk diverifikasi sesuai tahapan yang berlaku.
Berbeda dengan kandidat J. Koento yang tidak menyerhakan berkas pendaftaran hingga batas waktu yang telah ditetapkan oleh panitia dan tim penjaringan.






