Nilai 89 Lolos FK UB, Nilai 96 Gagal? Hasil SMUB Jalur Rapor 2026 Jadi Sorotan 

Nilai 89 Lolos Fk Ub, Nilai 96 Gagal? Hasil Smub Jalur Rapor 2026 Jadi Sorotan 

 

Malang, ZonaNusantara – Hasil Seleksi Mandiri Universitas Brawijaya (SMUB) jalur nilai rapor 2026 memunculkan perbincangan di media sosial X setelah seorang peserta yang mengaku memiliki nilai rata-rata rapor 89 diterima di Program Studi Kedokteran Universitas Brawijaya (UB).

Sorotan publik muncul karena pada saat yang sama sejumlah calon mahasiswa lain mengaku tidak lolos meski memiliki nilai rapor yang jauh lebih tinggi.

Perbincangan tersebut bermula dari unggahan akun X @YannHamster yang diunggah pada Rabu (17/6/2026), dengan memperlihatkan tangkapan layar hasil seleksi dari laman SELMA UB.

Dalam unggahan itu, pemilik akun yang bernama Royyan Benazir Pashah menunjukkan dirinya diterima di Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran UB melalui jalur SMUB 2026.

“Alhamdulillah FK UB Tembus Ayo moots ges #fk #ub #ptn,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.

Unggahan tersebut kemudian mendapat banyak respons dari pengguna X. Salah satu warganet menanyakan nilai rapor dan prestasi yang digunakan untuk mengikuti seleksi.

Menjawab pertanyaan tersebut, Royyan mengaku memiliki nilai rata-rata rapor 89 serta sertifikat hafalan Al-Qur’an 30 juz.

Baca Juga :  Tidak Sesuai Lokasi, Warga Hentikan Proyek Bendung Jaringan Irigasi Lalengrie

“89 sertifikat 30 juz yaww,” tulisnya dalam kolom komentar.

Pengakuan tersebut sontak menjadi perbincangan di kalangan calon mahasiswa.

Banyak pengguna media sosial mempertanyakan mekanisme penilaian SMUB, mengingat Program Studi Kedokteran selama ini dikenal sebagai salah satu program studi dengan tingkat persaingan tertinggi di Universitas Brawijaya.

Sejumlah unggahan lain di media sosial X menunjukkan keluhan peserta yang mengaku memiliki nilai rata-rata rapor hingga 96 namun tidak berhasil lolos seleksi pada program studi Kedokteran maupun Kedokteran Gigi.

Salah satu akun bahkan menulis bahwa peserta dengan nilai rata-rata 96 tetap tidak diterima pada jalur SMUB, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai faktor-faktor lain yang menjadi penentu kelulusan selain nilai akademik.

Perdebatan tersebut semakin ramai karena masyarakat juga mengacu pada data nilai rata-rata peserta diterima pada SMUB jalur rapor tahun 2025.

Berdasarkan data yang beredar luas di media sosial, Program Studi Kedokteran UB tercatat memiliki rata-rata nilai tertinggi dengan angka 94,85, menjadikannya salah satu program studi paling kompetitif dalam seleksi tersebut.

Baca Juga :  Mengintip Komunitas Rumah Sahabat Indonesia di Malang

Di tengah tingginya standar tersebut, diterimanya peserta dengan nilai rata-rata 89 melalui jalur rapor memunculkan pertanyaan mengenai parameter seleksi yang digunakan panitia.

Warganet pun mempertanyakan transparansi bobot penilaian, terutama ketika terdapat peserta lain dengan nilai akademik yang jauh lebih tinggi namun tidak berhasil lolos seleksi.

Hingga berita ini ditulis, pihak Universitas Brawijaya belum memberikan keterangan resmi terkait ramainya perbincangan tersebut di media sosial.

Banyak netizen yang menilai bahwa kombinasi nilai akademik yang solid serta prestasi sebagai seorang Hafiz Al-Qur’an (30 Juz) menjadi kunci kuat yang meloloskannya dalam seleksi jalur prestasi rapor SMUB 2026 ini.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts