Kota Malang, ZonaNusantara – Perum Bulog Cabang Malang bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Malang resmi memulai penyaluran cadangan bantuan pangan berupa beras.
Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, dipilih sebagai titik perdana penyaluran di Kota Malang dengan total alokasi mencapai 18 ton.
Pimpinan Bulog Cabang Malang, Muhammad Nurjuliansyah Rahman, menjelaskan bahwa Kelurahan Polowijen mencatatkan sebanyak 606 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Masing-masing KPM menerima bantuan beras sebanyak 30 kilogram yang langsung mencakup alokasi tiga bulan, yakni periode Juli, Agustus, dan September.
“Penerima manfaat ini merupakan warga yang masuk dalam kriteria desil 1 hingga desil 4 pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN),” ujar Nurjuliansyah.
Proses distribusi di setiap kelurahan dilakukan menggunakan sistem kupon antrean bagi warga yang telah terverifikasi memenuhi syarat.
Penyaluran bantuan pangan di seluruh wilayah Kota Malang ditargetkan rampung pada minggu kedua bulan September.
Secara keseluruhan, Bulog Cabang Malang akan menggelontorkan 18 ton beras untuk wilayah Malang Raya dan Pasuruan, dengan total penerima manfaat mencapai 627.529 orang.
Nurjuliansyah memastikan bahwa stok beras di gudang Bulog masih sangat mencukupi. Hingga kini, tercatat ada 100.000 ton beras di gudang yang dipastikan aman hingga tahun depan.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, berharap bantuan beras ini dapat meringankan beban pengeluaran warga prasejahtera serta membantu menstabilkan harga beras di pasar tradisional akibat melimpahnya pasokan di masyarakat.
Ia juga mengonfirmasi bahwa untuk periode Juli-September ini, bantuan diberikan langsung sebanyak 30 kilogram tanpa disertai minyak goreng sesuai dengan keputusan pemerintah pusat.
Kebijakan ini disambut baik oleh masyarakat. Joko, salah seorang warga Polowijen, mengaku sangat terbantu di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu dan harga kebutuhan pokok yang tinggi.
“Kondisi ekonomi yang tidak stabil membuat program ini sangat membantu. Namun, kalau bisa ke depannya kualitas berasnya bisa ditingkatkan lagi,” pungkas Joko.






