Surabaya, ZonaNusantara – Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Jawa Timur mengambil langkah strategis dalam upaya meningkatkan kualitas atlet dan memperkuat ekosistem bela diri di tanah air.
Di bawah komando Ketua Umum, Mayjen TNI (P) Yusman Madayun, S.I.P., delegasi Pengprov TI Jatim melakukan kunjungan kerja ke Korea Selatan pada pertengahan Juli 2026 untuk membuka peluang kolaborasi internasional.
Delegasi yang didampingi oleh Penasehat Hubungan Internasional, Master Han Kwang Gil, serta Pembina Hubungan Internasional, Master Chandra Putra Negara, menjalankan serangkaian agenda strategis guna membawa taekwondo Jawa Timur ke level dunia.
Kunjungan ini menjadi tonggak penting bagi perkembangan organisasi dan teknis taekwondo di Jawa Timur.
Dalam lawatan tersebut ada beberapa poin-poin utama, Delegasi Pengprov TI Jatim menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kantor Hukum Taegwang.
Kerja sama ini bertujuan sebagai mitra pendukung operasional, memastikan tata kelola organisasi berjalan lebih profesional, transparan, dan terstruktur.
Selanjutnya, rombongan melakukan kunjungan ke Taekwondowon di Kota Muju. Kunjungan ini dirancang untuk membangun sinergi global sekaligus membuka akses bagi atlet Jawa Timur terhadap standar pelatihan taekwondo berskala internasional.
Dalam kunjungannya ke Taekwondowon, delegasi Pengprov TI Jatim diterima langsung oleh Presiden Taekwondo Promotion Foundation (TPF), Kim Jung-heon.
Pertemuan ini memiliki nilai strategis yang mendalam, mengingat Kim Jung-heon memiliki rekam jejak sebagai Sekretaris Jenderal Asian Games Jakarta-Palembang 2018, sehingga ia memiliki pemahaman mendalam mengenai lanskap olahraga di Indonesia.
Ketua Umum Pengprov TI Jatim, Mayjen TNI (P) Yusman Madayun, S.I.P., menegaskan bahwa komitmen pengurus adalah membawa taekwondo Jawa Timur agar mampu bersaing di kancah global.
“Kami memiliki harapan besar melalui kunjungan dan sinergi ini, Pengprov TI Jatim dapat mengkolaborasikan cabang olahraga taekwondo di kancah dunia. Ini adalah upaya kami untuk terus mendongkrak kualitas atlet dan menciptakan ekosistem olahraga yang lebih profesional dan kompetitif di Jawa Timur,” ujar Mayjen TNI (P) Yusman Madayun dalam keterangan tertulisnya, Senin (21/7/2026).
Ia menambahkan, akses terhadap standar pelatihan dan pengembangan taekwondo global merupakan kunci utama dalam mencetak atlet berprestasi tinggi di masa depan.
Langkah diplomasi ini membuahkan hasil konkret. Presiden TPF, Kim Jung-heon, menyatakan kesediaannya untuk berkolaborasi dengan Pengprov TI Jawa Timur dalam penyelenggaraan ajang kejuaraan bertaraf internasional.
Ajang yang rencananya akan diberi nama “Taekwondo Promotion Foundation East Java Championship” ini diharapkan menjadi tonggak sejarah bagi dunia taekwondo di Jawa Timur.
Melalui kemitraan ini, Pengprov TI Jatim optimistis dapat mengakselerasi kemajuan atlet lokal serta menempatkan Jawa Timur sebagai pusat pengembangan taekwondo yang diperhitungkan di kancah internasional.






