
Jakarta,zonanusantara.com- Hingga kini belum ada kepastian arah dukungan dari Golkar. Partai berlambang pohon beringin yang meraih empat kursi di DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara, (TTU) Nusa Tenggara Timur (NTT) ini juga belum diketahui arah koalisi untuk mengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati.
Politisi senior Golkar, Gabriel Manek, mengatakan penentuan dan penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati ditentukan DPP Golkar.
“Kita tunggu saja keputusan dari DPP Golkar,” kata Gabriel Manek, belum lama ini.
Bupati TTU 2003 – 2010 ini dikonfirmasi seputar figur yang diusung partai Golkar. Ia juga tidak memperjelas pencalonan Amandus Nahas yang memilih menjadi wak bupati berpasangan dengan Frangky Saunoah dari PDI Perjuangan. Menurutnya, Golkar dengan komposisi empat kursi sulit menerima pinangan PDI Perjuangan yang hanya memperoleh dua kursi di legislatif.
“Golkar tidak mungkin menerima posisi sebagai wakil bupati,”tandasnya.
Anggota DPRD NTT ini mengaku pencalonan Amandus Nahas, belum ada kepastian apakah akan direkomendasikan sebagai calon wakil bupati mendampingi Frangky Saunoah.
“Belum tahu kapan ada keputusan resmi dari DPP Golkar,”tandasnya.
Sebelumnya, Amandus Nahas merupakan ketua DPD Golkar Kabupaten TTU. Lantaran ada intrik di internal partai, posisinya digeser. Belum ada kepastian apakah anggota DPRD ini bakal diusung partainya untuk bertarung di Pilkada TTU 9 Desember 2020.
Kendati demikian, Amandus Nahas masih menunjukkan keseriusannya untuk ikut bertarung dalam Pilkada tahunan ini. Berpasangan dengan Frangky Saunoah, kedua pasangan yang disebut Fresh, telah mengantongi SK rekomendasi dari Demokrat.
Realitas seperti ini memaksa Fresh untuk terus membangun koalisi partai politik agar bisa mencapai enam kursi.





