BONE — Suasana Balai Desa Tanete Harapan siang itu tampak lebih ramai dari biasanya. Sejumlah warga berkumpul, mulai dari aparat desa, tokoh masyarakat, hingga ibu rumah tangga yang membawa anak mereka Pada, 29 Juli 2025. Mereka bukan sedang mengikuti rapat desa biasa, melainkan menghadiri sosialisasi mitigasi bahaya kelistrikan dan pengenalan aplikasi PLN Mobile yang digelar PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tellu Boccoe, UP3 Watampone.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PLN meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan ketenagalistrikan. Tim PLN memaparkan materi yang membahas berbagai potensi Bahaya Listrik, mulai dari risiko tersengat hingga kebakaran akibat instalasi yang tidak sesuai standar. Warga diingatkan untuk menjaga jarak aman minimal tiga meter dari jaringan listrik, menghindari bermain layang-layang di dekat kabel, membakar sampah di bawah jaringan, atau menggunakan peralatan listrik non-SNI.
“Keselamatan listrik adalah tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya memahami potensi bahaya, tetapi juga mengetahui langkah-langkah pencegahannya. Kami juga mengajak warga memanfaatkan PLN Mobile agar layanan PLN dapat diakses lebih cepat dan mudah,” ujar Ayuardhini Puspita Adjie, Manager ULP Tellu Boccoe.
Selain edukasi keselamatan, warga juga diperkenalkan pada berbagai fitur PLN Mobile, aplikasi yang memungkinkan pelanggan membayar tagihan, membeli token, melaporkan gangguan, hingga mengajukan layanan baru tanpa harus datang ke kantor PLN.
Acara ini berlangsung interaktif. Beberapa warga tampak antusias bertanya, mulai dari cara mengamankan instalasi listrik rumah hingga tips menggunakan PLN Mobile bagi yang belum terbiasa dengan layanan digital.
PLN berharap, kegiatan seperti ini bisa menumbuhkan budaya peduli bahaya listrik di tengah masyarakat. Dengan begitu, risiko kecelakaan dapat diminimalisir, dan pasokan listrik dapat tetap andal untuk mendukung aktivitas warga sehari-hari. (*)






