Bone — Suasana aula SMAN 11 Bone pada Rabu, 23 Juli 2025, berubah menjadi ruang belajar yang penuh interaksi. Bukan hanya tentang matematika atau bahasa, kali ini para guru dan siswa mendapat pelajaran penting tentang keselamatan ketenagalistrikan (K2) dan keselamatan serta kesehatan kerja (K3) langsung dari PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Patangkai, UP3 Watampone.
Dengan mengusung tema “Peduli Bahaya Listrik”, Tim K3L & Keamanan ULP Patangkai menyajikan materi lewat presentasi interaktif yang mengajak peserta memahami risiko tersembunyi di balik penggunaan listrik sehari-hari. Mereka mengupas mulai dari potensi bahaya listrik, hak dan tanggung jawab pelanggan PLN, hingga langkah pencegahan sederhana namun vital untuk mencegah kecelakaan.
Para siswa dibuat tercengang ketika ditunjukkan contoh nyata penyebab kecelakaan listrik yang kerap terjadi di masyarakat: bermain layang-layang dekat jaringan listrik, membakar sampah di bawah kabel, menggunakan stop kontak bertumpuk, hingga memakai peralatan listrik non-SNI. Semua itu, yang awalnya dianggap sepele, ternyata bisa berujung fatal.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat, khususnya Generasi Muda, untuk memahami risiko listrik dan berperilaku aman demi mencegah kecelakaan,” ujar Anip Widodo’, Manager ULP Patangkai, dengan nada penuh penekanan.
Interaksi semakin hidup saat sesi tanya jawab. Pertanyaan seputar cara mengatasi korsleting hingga bahaya ledakan akibat kebocoran gas yang tersulut percikan listrik, mengalir dari siswa yang penasaran. Beberapa bahkan berbagi pengalaman pribadi terkait insiden listrik di rumah mereka.
Kegiatan yang berlangsung hangat ini bukan sekadar sosialisasi. Bagi PLN, inilah investasi jangka panjang: menanamkan budaya Keselamatan Listrik sejak dini. Harapannya, siswa SMAN 11 Bone menjadi agen perubahan yang mengingatkan keluarga dan lingkungan agar selalu bijak dan aman dalam menggunakan listrik. (*)






