MBAY, Zonanusantara-Presiden RI Prabowo Subianto berkunjung ke Nagekeo hari ini, Rabu (26/8/2026). Presiden langsung menggelar rapat terbatas (Ratas) koordinasi penanganan bencana gempa 15 Agustus 2026 yang pusatnya di perairan laut Nagekeo.
Presiden Prabowo dan rombongan terbang dari Bandara Ngurahrai dengan menggunakan helikopter kepresidenan Super Puma dan mendarat di Mbay Nagekeo. Selanjutnya dengan menaiki mobil kepresidenan Maung Garuda Presiden dan rombongan menuju posko pengungsian di Markas Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/Wakanga Mere di Desa Tonggurambang, Mbay, Kabupaten Nagekeo.
Rapat koordinasi berlangsung di tenda yang disulap menjadi ruang rapat yang juga dihadiri sejumlah pejabat negara antara lain Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.
Turut serta dalam penerbangan bersama Presiden dari Denpasar yakni Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Juga Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, dan Kepala Badan Logistik Pertahanan Kementerian Pertahanan Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari.
Rapat koordinasi dibuka Seskab Teddy dengan mengumumkan nama-nama pejabat yang hadir, dilanjutkan dengan jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) NTT. Hadir Forkopinda NTT antara lain Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko, dan Bupati Nagekeo Simplisius Donatus.
Kepala BNPB Letjen Suharyanto memaparkan situasi kebencanaan dan penanggulangan dampak bencana.bSuharyanto memaparkan daerah-daerah yang terdampak bencana, kemudian korban, dan informasi terbaru mengenai penyaluran bantuan untuk para pengungsi.
Kepada pers di Mbay Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan kunjungan Presiden ke NTT salah satunya bertujuan untuk memastikan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait berjalan efektif dalam penanggulangan dampak bencana gempa di Pulau Flores, NTT.
Ditegaskannya Pemerintah akan memastikan proses pemulihan dilanjutkan secara bertahap, tidak hanya melalui rehabilitasi fasilitas dan layanan yang terdampak, tetapi juga rekonstruksi untuk membangun kembali infrastruktur dan kehidupan masyarakat secara lebih baik dan berkelanjutan.(*)






