Puisi : Bayu Senja

Puisi : Bayu Senja
Ist
Puisi : Bayu Senja

    Ist

Oleh Hendrika LW

Bayu senja menyapumu di waktu itu

Di saat kau masih riang ria bercengkerama dengan cahaya rembulan

Di saat kau masih suka main petak umpet, dan sembunyi di balik pepohonan, yang membuatmu merinding ketakutan

Di saat kau masih sering pipis di halaman, tanpa membasuhnya karena enggan pergi ke sumur

Di saat kau masih ingusan, dan mengelapnya dengan ujung lengan baju yang dibeli ibu di hari Raya tahun lalu

Di saat kau masih suka main gobak sodor, di tengah jalanan kampung, yang aman karena tak satu pun motor lewat

Di saat kau masih suka main bola bekel, dengan tutup botol minuman ‘Saritemu’ yang di beli paman di warung mbak Sri

Baca Juga :  Cerpen : Dewi

Di saat kau masih suka main adu karet, dan berjingkrak girang ketika menang taruhan

Di saat kau masih suka main kelereng, sampai lupa makan atau bobok siang

Di saat kau masih suka main lompat tali, sampai lupa pulang hingga petang menjelang

Di saat kau masih suka main masak-masakan di kebun Simbah rumah sebelah,  di bawah pohon mangga dan sawo, yang biasa kau tunggu jatuh buahnya setiap subuh

Di saat kau masih suka berburu telur ayam kampung, di antara tumpukan ‘damen’ jerami pakan sapi di sisi kandang

Di saat kau masih suka ke sungai, membaur dengan orang-orang yang menangkap ikan

Di saat kau masih suka ke sawah, memunguti sisa panenan padi yang terserak di atas pematang

Baca Juga :  Langit Jingga di antara Film Sarah

Di saat kau masih suka mencari kayu bakar, biar tungku nenek tetap mengepul, menanak nasi jagung, sayur lodeh dan rempeyek teri

Di saat kau masih suka duduk-duduk bersama kawan di atas tikar mendong, hasil sulaman Budhe Sum yang baik hati

Menunggu ubi bakar, lalu beramai-ramai makan, dibumbui aroma sangit perapian dan belepotan hitam arang

Ahh…

Ingin aku menjemputmu dari sana

 

 

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts