- Ist
Oleh Hendrika LW
Bayu senja menyapumu di waktu itu
Di saat kau masih riang ria bercengkerama dengan cahaya rembulan
Di saat kau masih suka main petak umpet, dan sembunyi di balik pepohonan, yang membuatmu merinding ketakutan
Di saat kau masih sering pipis di halaman, tanpa membasuhnya karena enggan pergi ke sumur
Di saat kau masih ingusan, dan mengelapnya dengan ujung lengan baju yang dibeli ibu di hari Raya tahun lalu
Di saat kau masih suka main gobak sodor, di tengah jalanan kampung, yang aman karena tak satu pun motor lewat
Di saat kau masih suka main bola bekel, dengan tutup botol minuman ‘Saritemu’ yang di beli paman di warung mbak Sri
Di saat kau masih suka main adu karet, dan berjingkrak girang ketika menang taruhan
Di saat kau masih suka main kelereng, sampai lupa makan atau bobok siang
Di saat kau masih suka main lompat tali, sampai lupa pulang hingga petang menjelang
Di saat kau masih suka main masak-masakan di kebun Simbah rumah sebelah, di bawah pohon mangga dan sawo, yang biasa kau tunggu jatuh buahnya setiap subuh
Di saat kau masih suka berburu telur ayam kampung, di antara tumpukan ‘damen’ jerami pakan sapi di sisi kandang
Di saat kau masih suka ke sungai, membaur dengan orang-orang yang menangkap ikan
Di saat kau masih suka ke sawah, memunguti sisa panenan padi yang terserak di atas pematang
Di saat kau masih suka mencari kayu bakar, biar tungku nenek tetap mengepul, menanak nasi jagung, sayur lodeh dan rempeyek teri
Di saat kau masih suka duduk-duduk bersama kawan di atas tikar mendong, hasil sulaman Budhe Sum yang baik hati
Menunggu ubi bakar, lalu beramai-ramai makan, dibumbui aroma sangit perapian dan belepotan hitam arang
Ahh…
Ingin aku menjemputmu dari sana





