Kota Malang – Rektor Universitas Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) angkat bicara atas tudingan dugaan pengusiran dengan kekerasan yang terjadi pada 28 Januari 2026 lalu.
Terlebih, aksi dugaan Pengusiran dengan Kekerasan tersebut dilakukan oleh civitas akademika UNIKAMA terhadap ahli waris sekaligus pengurus legal PPLP PT PGRI sebagai badan penyelenggara UNIKAMA, Dr Christea Frisdiantara yang dituduh telah mencoba memasuki kantor yayasan secara paksa.
Terlebih, peristiwa tersebut telah dilaporkan ke Polresta Malang Kota dan Polda Jawa Timur, dengan menyeret sejumlah nama, baik dosen, pimpinan yayasan, hingga rektor aktif.
Menanggapi hal tersebut, Rektor Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, Sudi Dul Aji mengeluarkan keterangan secara tertulis, atas gerakan 28 Januari 2026 yang dilakukan oleh sekelompok civitas akademika.
“Dalam rangka menyikapi kejadian gerakan 28 Januari 2026, yang dilakukan oleh sekelompok civitas akademika,” bunyi keterangan tertulis yang diterima media online ini, Senin (2/2/2026).
Bahkan, Rektor Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, Sudi Dul Aji juga menyampaikan tiga poin, yakni:
1. Gerakan gerakan tersebut murni sebagai bentuk kegelisahan dan penyampaian aspirasi civitas akademika yang memiliki kesadaran atas kondisi yang terjadi dilingkungan kampus Unikama.
2. Berkaitan dengan keabsahan (legalitas) kepengurusan badan penyelenggara PPLP PT PGRI, saya sebagai Rektor tunduk berada dibawah PPLP PT PGRI yang sah, yaitu yang dipimpin oleh Drs. Agus Priyono, M.Si. yang memiliki SK MENKUM terakhir 19 November 2025.
Dan juga dipertegas dengan surat dari Direktur Badan Usaha Kemenkum tertanggal 23 Desember 2025 terkait tanggapan tentang status kepengurusan PPLP PT PGRI, di dalam surat tersebut dinyatakan bahwa kepengurusan PPLP PT PGRI yang sah adalah pimpinan Bapak Agus Priyono.
3. Mengenai persoalan kepemilikan aset dllnya, kami Rektor tidak berwenang untuk memberikan penjelasan, karena itu wilayah nya badan penyelenggara PPLP PT PGRI.
Terakhir, sebagai Rektor tentunya berharap mudah mudahan segala persoalan cepat selesai dengan baik, civitas akademika bisa nyaman dan fokus melaksanakan tugas Tridharma Perguruan Tinggi, serta lebih optimis lagi untuk menatap masa depan Unikama lebih maju.
“Terakhir, sebagai Rektor tentunya berharap mudah mudahan segala persoalan cepat selesai dengan baik, civitas akademika bisa nyaman dan fokus melaksanakan tugas Tridharma Perguruan Tinggi, serta lebih optimis lagi untuk menatap masa depan Unikama lebih maju,” tukasnya.






