RG Ajak Mahasiswa Tekuni Dunia Usaha

Rg Ajak Mahasiswa Tekuni Dunia Usaha
Rachmat Gobel
Rg Ajak Mahasiswa Tekuni Dunia Usaha
Rachmat Gobel

SERPONG – Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel, (RG) mengajak mahasiswa menekuni dunia usaha dan menjadi ekonom.

Hal ini ia sampaikan memberikan pidato pada ulang tahun (milad) ke-66 Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (Semmi) di Serpong, Minggu (10/4).

Politisi NasDem ini berharap para aktivis mahasiswa mengubah orientasi dari politik ke ekonomi, karena penguasa bisa berganti setiap saat sedangkan pengusaha relatif tetap.
“Jangan semuanya terjun ke dunia politik,” harap RG.

Semmi merupakan organisasi kemahasiswaan di bawah ormas Syarikat Islam (SI) mengadakan acara peringatan ulang tahun di Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Ayah Rachmat Gobel, Thayeb M Gobel pernah menjadi ketua umum SI. Saat ini, Rachmat Gobel pun menjadi salah satu pimpinan di SI.

Rachmat Gobel mengaku umat Islam tertinggal di berbagai bidang, terutama di bidang ekonomi. Hal itu terjadi sejak masa kolonialisme Belanda. Berdasarkan statistik, jumlah umat Islam Indonesia mencapai 86,88 persen. Namun berdasarkan data orang-orang terkaya Forbes, dari 50 orang paling kaya di Indonesia, hanya ada tiga keluarga yang beragama Islam.

Baca Juga :  Wajib Pajak Membludak di Kantor Samsat Talangagung

“Angka ini bukan untuk menakut-nakuti, bukan untuk membuat kecut dan kecil hati. Juga bukan untuk membangkitkan sentimen negatif keagamaan, tapi justru harus menjadi motivasi untuk bangun, untuk bangkit. Umat Islam, khususnya para aktivis mahasiswa, harus selalu berpikir positif dan berwawasan ke depan,” katanya.

Menurutnya, saat ini Indonesia sedang mengalami bonus demografi. “Sekitar 70,72 persen berada pada usia produktif. Rata-rata usia penduduk Indonesia sekitar 28-29 tahun. Jadi ini momentum yang sangat bagus untuk menggenjot ekonomi,” katanya.

RG, menyatakan, Indonesia adalah negeri yang kaya sumber daya alam. Tanahnya subur, kaya aneka ragam flora dan fauna. Menurutnya, penjajah datang menguasai rempah-rempah dan aneka hasil pertanian dan perkebunan.

“Laut kita juga kaya. Bahkan produk berbasis budaya pun berlimpah seperti tekstil tradisional, mebel, kuliner, maupun hasil kerajinan tangan lainnya. Jadi kita harus kembali ke jati diri kita,” katanya.

Baca Juga :  Waspadai Imbauan BMKG, Nelayan Beralih Profesi

Negeri ini lanjutnya, membutuhkan pemuda untuk mengelola semuanya. Ia juga mengingatkan agar para pemuda tidak menjadi konsumen.

“Jadilah produsen,” ujarnya seraya menambahkan ujung dari segala pergulatan politik pada akhirnya akan ditentukan oleh kekuatan ekonomi.

Penerus Panasonic mengingatkan pengusaha menjalankan amanat Pembukaan UUD 1945 sesuai tujuan negara yakni melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut menciptakan perdamaian dunia.

“Tunaikan amanat penderitaan rakyat dengan membangun kemakmuran bersama,” katanya.

RG menegaskan membangun dunia usaha sama dengan melakukan amal jariyah.

“Karena kita memberikan lapangan kerja, menolong banyak orang dan keluarganya. Selain itu, membuat usaha itu bukan sekadar membangun pabrik, tapi membangun sumber daya manusia. Jadi ada amal dan ilmu,” pungkasnya.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts