Kabupaten Malang, ZonaNusantara – Isu dugaan perselingkuhan yang menyeret oknum di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mendadak menjadi sorotan publik dan perbincangan hangat di internal pemerintahan.
Kasus ini disinyalir melibatkan seorang oknum ajudan Bupati Malang berinisial AD dan seorang staf Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bagian Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) berinisial SM.
Isu tersebut kian menggelinding setelah sebuah video berdurasi 2 menit 16 detik beredar luas di media sosial Instagram.
Dalam tayangan tersebut, dinarasikan bahwa kasus ini mencuat setelah suami SM melayangkan laporan resmi ke Inspektorat Kabupaten Malang menyusul dugaan hubungan terlarang yang dijalin istrinya dengan sang ajudan bupati.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang, Dr. Made Arya Wedanthara, SH, MSi, menyatakan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti perkara ini dengan memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai konfirmasi.
“SM sudah kami panggil, dan kita konfirmasi tentang hubungan dengan ajudan AD, tapi kata SM tidak kenal AD,” ujar Made, Sabtu (4/9/2026).
Tak berhenti pada pemanggilan stafnya, pihak Bapenda juga memanggil suami SM pada sore harinya guna mendalami kebenaran aduan tersebut.
Berdasarkan keterangan Made, jawaban yang diberikan sang suami serupa dengan pengakuan istrinya.
“Sore-nya, suami SM kami panggil dan ketika ditanya kenal AD, mengaku tidak kenal,” tegasnya.
Kendati laporan aduan telah masuk ke instansi pengawasan internal, penanganan kasus ini diwarnai spekulasi miring.
Muncul dugaan di lingkungan Pemkab Malang bahwa laporan tersebut sengaja diabaikan atau ditutup-tutupi demi menjaga nama baik dan reputasi AD sebagai orang dekat kepala daerah.
Di ruang publik, unggahan video yang disertai tangkapan layar postingan tersebut memicu gelombang reaksi dari warganet.
Kolom komentar diramaikan oleh beragam tanggapan, termasuk kemunculan akun yang membahas sosok ajudan Bupati Malang berinisial AD, yang disebut-sebut sebagai adik dari Sukarlin, mantan Camat Tumpang.
Hingga saat ini, unggahan tersebut terus menjadi sorotan di dunia maya. Belum ada keterangan atau konfirmasi resmi lanjutan dari pihak-pihak terkait mengenai kebenaran informasi yang termuat dalam video tersebut, sementara publik mendesak adanya transparansi demi menjaga integritas serta penegakan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Malang.






