TMMD Ke-123 Mengukir Harapan di Bumi Perbatasan

Tmmd Ke-123 Mengukir Harapan Di Bumi Perbatasan

KEFAMENANU,- Langit pagi di Desa Lanaus masih berselimut embun ketika suara gong menggema, menandai dimulainya Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-123.

Dentuman itu bukan sekadar irama seremonial, tetapi simbol dimulainya kerja besar, membangun Infrastruktur, merajut kebersamaan, dan menanam harapan di tanah Perbatasan.

Program TMMD tahun ini membawa semangat gotong royong yang menjadi denyut nadi Masyarakat desa. Tak hanya membangun empat ruang kelas baru, satu unit sumur bor, jalan rabat, dan tembok penahan, TMMD juga menyalakan api kebersamaan antara TNI, pemerintah daerah, dan warga setempat.

 

Tmmd Ke-123 Mengukir Harapan Di Bumi Perbatasan

Dandim 1618/TTU Letkol Armed Didit Prasetyo Purwanto, yang memimpin langsung program ini, menegaskan bahwa TMMD bukan hanya tentang mengecor jalan atau mendirikan bangunan.

Lebih dari itu, ia adalah jembatan antara harapan dan kenyataan, antara rencana dan realisasi.

Baca Juga :  KORMI Bone Aktif di Rakerprov, Ijal Ungkap Strategi Baru untuk Porprov 2024

“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan ini benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat. Bukan hanya infrastruktur yang kita bangun, tapi juga semangat gotong royong dan kebersamaan,” ujarnya.

Di Desa Lanaus, anak-anak sekolah yang selama ini belajar di ruangan yang terbatas kini bisa bermimpi lebih besar. Mereka tak perlu lagi khawatir atap bocor ketika hujan datang. Sumur bor yang dibangun pun menjadi sumber kehidupan baru, menghadirkan air bersih yang selama ini harus dicari jauh ke pelosok desa.

Tmmd Ke-123 Mengukir Harapan Di Bumi Perbatasan

Masyarakat setempat menyambut program ini dengan tangan terbuka. Sejak pagi, mereka bahu-membahu dengan anggota TNI, menyingsingkan lengan baju, mengaduk semen, dan menyusun batu bata. Tak ada sekat antara mereka, hanya semangat yang menyala di mata.

“Kami sangat bersyukur. TMMD ini ibarat oase di tengah perjalanan panjang kami,” ujar salah seorang warga.

Baca Juga :  Dewan Akan Panggil Lagi Kontraktor Revitalisasi Alun-alun Tugu Kota Malang

Dengan 150 anggota TNI yang akan bekerja selama 30 hari ke depan, TMMD ke-123 bukan sekadar proyek pembangunan, tetapi juga bukti bahwa negara hadir untuk rakyatnya. Program ini mengajarkan bahwa kemajuan bukan hanya tentang infrastruktur yang megah, tetapi juga tentang hati yang terpaut dalam kebersamaan.

Ketika kelak TMMD usai, dan para prajurit kembali ke markasnya, yang tersisa bukan hanya bangunan yang kokoh, tetapi juga kenangan tentang tangan-tangan yang saling membantu, keringat yang jatuh demi kemajuan, serta harapan yang kini berdiri tegak di sudut-sudut desa.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts