Kolaborasi Universitas Tarumanagara dan Vihara Dharma Palakka Bantu Masyarakat Bone Lewat Layanan Kesehatan Gratis dengan Dokter dari Jakarta

Kolaborasi Universitas Tarumanagara Dan Vihara Dharma Palakka Bantu Masyarakat Bone Lewat Layanan Kesehatan Gratis Dengan Dokter Dari Jakarta

Bone–Dalam semangat Hari Cinta Kasih atau yang dikenal dengan Meta Day, Dharmayana Universitas Tarumanagara (Untar) bekerja sama dengan Vihara Dharma Palakka menggelar kegiatan pengobatan gratis di Vihara Dharma Palakka, Jalan Salak, Kelurahan Macege, Kecamatan Tanete Riattang Barat. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu pagi, 25 Januari 2025 ini tak hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga menghadirkan aksi donor darah sebagai bentuk nyata kepedulian sosial.

Direktur Lembaga Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Tarumanagara, Tri Sutrisno, S.Si., M.Sc., menjelaskan bahwa pengobatan gratis ini terbuka untuk seluruh masyarakat, tanpa memandang latar belakang. “Kami menyediakan layanan kesehatan mulai dari pemeriksaan umum, perawatan gigi, pemeriksaan kesehatan, hingga tindakan bedah minor. Semua ini dilakukan tanpa biaya, sebagai wujud cinta kasih dan pengabdian kepada masyarakat,” ungkap Tri Sutrisno.

Kegiatan ini melibatkan tim dokter profesional yang didatangkan langsung dari Jakarta. Panitia pelaksana juga menyiapkan obat-obatan baru untuk memenuhi kebutuhan pasien. Tidak hanya itu, pengobatan ini dirangkaikan dengan aksi sosial donor darah, yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berbagi kehidupan melalui setetes darah mereka.

Sejak pagi, warga terlihat antusias memadati area Vihara Dharma Palakka. Tak hanya masyarakat yang memanfaatkan pengobatan gratis, tetapi juga para relawan yang secara sukarela mendonorkan darahnya. Salah satu warga, Rahmawati, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. “Kami sangat bersyukur ada pengobatan gratis di sini. Pelayanannya ramah, dan kami juga dapat pemeriksaan kesehatan yang lengkap,” ujarnya.

Momentum Meta Day ini tak hanya menjadi ajang pelayanan kesehatan, tetapi juga simbol kepedulian sosial yang menyatukan berbagai elemen masyarakat. Semangat cinta kasih yang menjadi landasan kegiatan ini diharapkan terus tumbuh, membawa manfaat nyata bagi masyarakat Bone dan sekitarnya.

“Meta Day bukan hanya sekadar kegiatan, tetapi sebuah panggilan untuk saling berbagi dan peduli. Kami berharap ini dapat menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk bersama-sama berkontribusi dalam kebaikan,” tutup Tri Sutrisno dengan senyuman penuh harapan.

Yang menjadi perhatian khusus dalam kegiatan ini adalah kehadiran Bupati Bone terpilih, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM. Kedatangannya disambut hangat oleh Direktur Lembaga Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Tarumanagara, Tri Sutrisno, S.Si., M.Sc., bersama para dokter dan mahasiswa yang turut serta dalam pelayanan. Turut hadir pula Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Bone, Hakim Lewa, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bone, Dr. H. A. Sumardi Suaib, MM, serta Tripika Kecamatan.

Baca Juga :  Peran Hakim Lewa dan FKUB Bone dalam Harmoni Keberagaman, Gaungkan Pesan Kerukunan Bersama Menteri Agama

H. Andi Asman Sulaiman yang membuka acara tersebut menyampaikan apresiasi kepada Universitas Tarumanagara atas kontribusinya dalam memberikan Layanan Kesehatan Gratis bagi masyarakat Bone. “Terima kasih atas kehadiran dan pelayanan yang diberikan. Kegiatan ini sangat berarti dan diharapkan bisa terus berlanjut, tidak hanya di kota, tetapi juga di desa-desa yang membutuhkan,” ujar beliau.

Ia juga mengungkapkan perlunya intervensi lebih lanjut di desa-desa terpencil, seperti Desa Pallime, yang masih menghadapi keterbatasan akses transportasi, air bersih, dan layanan kesehatan. “Saya harap kegiatan seperti ini bisa menjangkau daerah yang sulit diakses, bahkan menjadikan desa tersebut sebagai posko kesehatan,” tambahnya.

Momen ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antara pemerintah, masyarakat, dan dunia pendidikan. Dalam sambutannya, Bupati Bone terpilih dengan rendah hati meminta maaf atas segala hal yang mungkin kurang berkenan selama ini. “Hal yang tidak baik biarlah kita buang di Sungai Palakka. Apa yang mahasiswa lakukan di sini adalah nilai ibadah yang besar. Jangan pernah lelah berkontribusi untuk negara,” pesannya.

Sebagai wujud perhatian dan dukungan, Andi Asman Sulaiman bahkan menanggung biaya perjalanan pulang para mahasiswa dari Bone ke Makassar. Sikap ini mendapat apresiasi dari para peserta dan panitia, menegaskan komitmen beliau dalam mendukung kegiatan sosial yang berdampak langsung pada masyarakat.

Acara Meta Day ini tidak hanya menjadi perayaan cinta kasih, tetapi juga bukti nyata bahwa Kolaborasi lintas institusi dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Semangat berbagi dan melayani yang ditunjukkan Universitas Tarumanegara, Vihara Dharma Palakka, serta dukungan dari pemerintah daerah memberikan harapan baru bagi kemajuan layanan kesehatan di Kabupaten Bone.

Harmoni dalam kehidupan beragama yang ditunjukkan di Kabupaten Bone melalui kegiatan pengobatan gratis yang digelar di Vihara Dharma Palakka juga mendapat apresiasi dari Dirjen Bimas Buddha Sulawesi Selatan, Pandhit Amanvijaya, S.Ag., MM.

Baca Juga :  Pelepasan Burung Merpati Awali Karnaval Budaya HUT Ke-102 Kota Kefamenanu

Pandhit Amanvijaya menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan ini. “Kegiatan ini tentu akan membuahkan karma baik bagi kita semua,” ungkapnya dengan senyum penuh kebahagiaan. Ia juga berharap acara seperti ini dapat terus menjadi sarana mempererat kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk.

Dalam kesempatan yang sama, Bhante Dhammasubho Mahathera, seorang tokoh agama Buddha dari Jakarta, memberikan pesan mendalam tentang pentingnya toleransi dalam kehidupan beragama. “Dari tahun ke tahun, saya terus mengawal masyarakat Bone untuk memastikan bahwa toleransi beragama dapat berjalan dengan baik. Kegiatan seperti ini, selain memberikan manfaat kesehatan, juga menjadi bentuk nyata dari cinta kasih dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Bhanre.

Bhante juga mengingatkan tentang tiga lapisan penting dalam hidup yang harus dijaga keseimbangannya:

Sehatkan Raga
“Raga yang sehat harus dijaga dengan makanan yang baik dan bergizi. Ini sejalan dengan program pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” jelasnya.

Sehatkan Pikiran
“Pikiran yang sehat dapat diperoleh dengan memperbanyak membaca dan terus menambah ilmu. Pengetahuan adalah kunci untuk memahami dunia dengan bijak,” lanjutnya.

Sehatkan Jiwa
“Jiwa yang sehat lahir dari rasa yang baik. Mari bersama-sama belajar mengolah rasa, memasak kebahagiaan, dan tidak menyakiti hati orang lain,” pesan Bhanre, penuh kehangatan.

Sementara itu, Ketua PSMTI Kabupaten Bone Hakim Lewa mengungkapkan bahwa pengobatan gratis ini bukan hanya menjadi ajang pelayanan kesehatan, tetapi juga mencerminkan bagaimana agama dapat menjadi jembatan harmoni dan kedamaian bagi masyarakat. Kehadiran berbagai lapisan masyarakat dari latar belakang yang beragam semakin memperkuat rasa persaudaraan di Kabupaten Bone.

“Semangat saling mendukung dan mengasihi yang ditunjukkan melalui kegiatan ini menjadi pengingat bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik,” imbuhnya. (*)

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts