Kabupaten Malang, ZonaNusantara – Aktivitas melaut sejumlah nelayan di kawasan Sendang Biru, Kabupaten Malang, mengalami gangguan signifikan.
Kendala utama dilaporkan berasal dari hambatan pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi serta kerumitan administratif terkait syarat kepemilikan barcode pembelian BBM.
Permasalahan ini dirasakan langsung oleh para nelayan di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, yang menggantungkan mata pencahariannya pada operasional kapal harian.
Sumaji, salah seorang nelayan setempat, mengungkapkan bahwa kewajiban kepemilikan barcode menjadi beban tersendiri. Sebagian besar nelayan mengaku kesulitan mengikuti prosedur birokrasi digital tersebut karena minimnya pemahaman terhadap teknologi.
“Nelayan yang sebagian besar tidak punya barcode ini tidak bisa beli solar. Pengurusannya juga lama,” keluh Sumaji.
Akibat hambatan administrasi dan keterbatasan pasokan bahan bakar tersebut, operasional tangkapan ikan harian mereka terpaksa terganggu.
Menanggapi keluhan tersebut, Bendahara KUD Mina Jaya yang membawahi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN), Hartono, memberikan penjelasan.
Ia mengakui bahwa keterlambatan pasokan dari Pertamina kerap terjadi, terutama pada momentum akhir bulan.
“Keterlambatan sering kali terjadi apabila tanggal 30 atau 31 jatuh pada hari Minggu, di mana operasional KUD dan SPBUN diliburkan sehingga memicu antrean panjang jerigen nelayan,” katanya.
Hartono membantah adanya kemacetan total pasokan selama beberapa hari. Pengiriman dipastikan berjalan rutin setiap hari kerja dari Senin hingga Sabtu.
“KUD Mina Jaya menerima alokasi kuota sebanyak 42 kiloliter (KL) dengan estimasi distribusi harian sekitar 16 KL, yang pengirimannya harus dibagi dengan SPBU lain di sepanjang jalur distribusi,” terangnya.
Secara terpisah, Area Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa penyaluran solar di wilayah tersebut aman dan tidak mengalami kendala berdasarkan hasil pengecekan langsung di lapangan.
Berdasarkan data operasional Fuel Terminal (FT) Malang, pengiriman Biosolar tercatat sesuai jadwal dan aman.
Seperti pada Rabu, 22 Juli 2026 itu, pengiriman sebanyak 24 KL, kalau pada Jumat, 24 Juli 2026 pengiriman sebanyak 24 KL.
Akan tetapi, untuk pengiriman selanjutnya, telah dijadwalkan akan dilakukan pada Senin, 27 Juli 2026 dengan pengiriman lanjutan sebanyak 24 KL.






