Andi Amar di Tengah Rakyat, Hangatnya Halal Bihalal dan Aspirasi dari Tanah Bone

Andi Amar Di Tengah Rakyat, Hangatnya Halal Bihalal Dan Aspirasi Dari Tanah Bone

Bone–Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti salah satu homestay di Jalan Macan, Kelurahan Watampone, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone Senin, 14 April 2025. Dimana dalam acara tersebut, ratusan orang dari berbagai penjuru berkumpul dalam agenda Silaturahmi bertajuk Halal Bihalal Keluarga Besar AAS Community yang dirangkaikan dengan kegiatan Reses Masa Sidang 2024-2025 anggota DPR RI, Andi Amar Ma’ruf Sulaiman, SE, B.BusMan, MH.

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Komisi II DPRD Bone, Andi Muh. Idris Alang, Pj. Sekda Bone, A. Saharuddin, SSTP., M.Si, serta Ketua KTNA Provinsi Sulsel yang juga Koordinator Penyuluh Pertanian Kabupaten Bone, H. Sucipto dan Direktur AAS Community Padassejati, STP., M.Si. Acara ini menjadi momentum istimewa tidak hanya karena nuansa kebersamaan pasca-Lebaran, namun juga karena menjadi ruang terbuka bagi masyarakat menyampaikan aspirasi langsung kepada wakilnya di Senayan.

Dalam kesempatan tersebut, H. Sucipto mengungkapkan antusiasme masyarakat yang datang dari 27 kecamatan se-Kabupaten Bone. “Kurang lebih 200 orang hadir dari seluruh penjuru Bone. Aspirasi mereka sangat sederhana, hampir semuanya satu suara: perbaiki jalanannya,” ujar Sucipto yang disambut anggukan setuju dari para undangan.

Hal ini juga diamini oleh Andi Muh. Idris Alang, yang menyampaikan harapannya kepada Andi Amar agar lebih banyak membawa perhatian pusat untuk Kabupaten Bone. “Saya bangga, beliau ini sangat muda dan mudah didekati. Titip Bone, perbaiki jalannya. Sungai di Cenrana juga harus segera dikeruk agar tak lagi menyebabkan banjir tiap musim hujan. Jangan lupakan juga masalah pertanian hasil panen petani kita belum terserap maksimal oleh Bulog,” tegas Idris.

Sementara itu, Pj. Sekda Bone A. Saharuddin menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian Andi Amar yang meluangkan waktu di tengah padatnya agenda. “Ini bukti nyata bahwa beliau tidak melupakan Bone. Kehadirannya menunjukkan komitmen untuk terus mendengar dan menjembatani harapan masyarakat daerah ke pemerintah pusat,” ujarnya.

Baca Juga :  Dua Lokasi Penggerebekan, Polres Bone Sita Puluhan Gram Sabu dan Amankan 7 Pelaku

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat. “Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan agar program-program dari pusat hingga daerah bisa berjalan selaras,” tambahnya.

Meski sempat datang sedikit terlambat karena padatnya agenda, Andi Amar Ma’ruf Sulaiman tetap menyempatkan diri menyapa satu per satu undangan. Dalam pernyataannya, ia mengaku mendengar dan mencatat semua masukan yang disampaikan.

Andi Amar Ma’ruf Sulaiman, SE, B.BusMan, MH, anggota DPR RI Dapil II Sulawesi Selatan menyampaikan sejumlah gagasan saat melaksanakan reses bersama masyarakat. Topik yang ia angkat tak jauh dari denyut nadi masyarakat: efisiensi anggaran dan kesejahteraan petani.

“Tadi kita dengar bahwa ada efisiensi anggaran. Pasti ada yang merasa, ‘wah, dikurang-kurang ini.’ Tapi sebenarnya, target Pak Prabowo sebagai Presiden adalah bagaimana efisiensi anggaran itu justru meningkatkan kinerja,” ujarnya.

Andi Amar membeberkan bahwa dari hasil penelitian, hanya sekitar 70 persen anggaran yang efektif digunakan, sementara 30 persennya menguap, tercecer dalam praktik korupsi, penyalahgunaan wewenang, atau program yang tak berdampak.

“Jadi bukan soal anggaran dikurangi. Tapi bagaimana kita hilangkan yang 30 persen itu yang justru mengurangi kesejahteraan rakyat,” tegasnya. “Kita ingin uang negara, uang masyarakat, digunakan seefisien dan setepat mungkin,” tandasnya.

Tak hanya bicara di level nasional, Amar juga mengungkap dinamika lokal, terutama terkait sektor pertanian. Ia menyinggung keterbatasan anggaran Bulog dalam menyerap beras petani, yang tahun lalu hanya mendapat Rp31 triliun untuk seluruh Indonesia.

“Coba bayangkan, itu bukan untuk Bone saja, tapi se-Indonesia,” jelasnya. Hal ini menyebabkan surplus produksi yang tak terserap maksimal, terutama setelah banyak petani beralih dari jagung ke padi karena fluktuasi harga.

Baca Juga :  Mimpi Lama yang Kini Jadi Nyata, Bupati Bersama Wakil Bupati Bone Resmikan Jembatan Sungai Angkue, Tonggak Baru Konektivitas Wilayah

Ia mengungkap ada inisiatif membangun pabrik beras di Bone, tapi tersendat karena petani lebih memilih menjual ke daerah lain yang menawarkan harga lebih tinggi, seperti Sidrap. “Petani nggak salah. Tapi kalau pabrik di Bone mau jalan, harus ada komitmen: petani jual ke pabrik lokal, supaya uang berputar di Bone juga,” katanya.

Andi Amar menekankan pentingnya sinergi antara petani, pemerintah, dan pengusaha agar keberadaan pabrik tidak hanya berdiri secara fisik, tapi juga berperan aktif dalam menjaga stabilitas harga dan keberlangsungan ekonomi lokal.

“Jangan sampai karena beda harga Rp100 perak saja, pabrik tutup. Terus nanti kita beli beras dari luar dengan harga mahal. Akhirnya, kita sendiri yang rugi,” tandansya.

Dalam sesi reses tersebut, Andi Amar juga mengulas problem klasik jagung. Meski pemerintah telah menetapkan harga Rp5.500 per kg, kenyataannya petani di lapangan sering menjual jauh di bawah itu karena Bulog kehabisan anggaran, dan pasar dibanjiri produksi Sulawesi Selatan sebagai produsen jagung terbesar nasional.

“Saya ditelepon warga: Pak, harga turun. Saya tanya ke Bulog, jawabannya: anggarannya habis,” ucapnya. “Jadi pengepul yang ambil alih, dan mereka tentu beli semurah mungkin,” katanya.

Di akhir penyampaiannya, Andi Amar berharap ada kesadaran kolektif untuk memperbaiki sistem. “Saya hanya mengingatkan. Kalau ada pengusaha mau bangun pabrik di Bone, ayo kita dukung. Petani juga harus siap menjual ke situ. Supaya uang kita berputar di sini, bukan keluar daerah,” imbuhnya. (*)

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts