Aspal Jalan Pasar Gadang Dikeluhkan Warga, Hasil Pengerjaan Dinilai Asal Jadi

Aspal Jalan Pasar Gadang Dikeluhkan Warga, Hasil Pengerjaan Dinilai Asal Jadi

Kota Malang, ZonaNusantara – Proyek pengaspalan Jalan Pasar Gadang, Kota Malang, dengan nilai anggaran mencapai Rp2,8 miliar menuai sorotan tajam dari warga sekitar.

Kualitas material aspal yang baru saja dihamparkan dinilai tidak sesuai dengan standar teknis lantaran tipis, kasar, dan mudah terkelupas.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Kamis (29/10/2026), permukaan aspal tampak tidak rata dan berpori.

Pada sejumlah titik, butiran agregat batu pecah terlihat tidak merekat sempurna sehingga mudah berserakan.Kondisi tersebut dinilai tidak sepadan dengan besaran anggaran yang dikucurkan.

Warga menyayangkan hasil pekerjaan yang dikhawatirkan tidak akan berumur panjang, mengingat Jalan Pasar Gadang merupakan jalur vital dengan mobilitas kendaraan yang tinggi, termasuk dilintasi truk setiap harinya.

“Kalau baru diaspal saja sudah seperti ini, kasar dan batu-batunya lepas, bagaimana kalau sudah kena hujan dan dilindas truk setiap hari? Pasti sebentar lagi hancur lagi. Sayang uang negara Rp2,8 miliar kalau hasilnya begini,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga :  Kejari TTU Merilis Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi

Kekhawatiran warga beralasan karena proyek infrastruktur jalan seharusnya mengacu secara ketat pada standar spesifikasi Bina Marga, mulai dari suhu penghamparan, ketebalan, tingkat kepadatan, hingga komposisi campuran aspal.

Jika spesifikasi teknis seperti lapisan Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) atau Asphalt Concrete-Base Course (AC-BC) tidak terpenuhi, daya tahan jalan dipastikan akan menurun drastis dan berpotensi cepat mengalami retak, bergelombang, hingga berlubang saat musim penghujan.

Menanggapi persoalan ini, masyarakat mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) serta Inspektorat untuk melakukan pengawasan ekstra.

Warga meminta agar dilakukan uji laboratorium dan pengukuran ketebalan atau coring secara terbuka guna memastikan kesesuaian pekerjaan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan kontrak kerja.

Baca Juga :  RSUD Kefamenanu Baksos Pelayanan Kesehatan Gratis 

Transparansi dalam pengelolaan dana yang bersumber dari uang rakyat menjadi tuntutan utama agar proyek peningkatan infrastruktur ini tidak berujung pada kerugian keuangan negara.

Hingga berita ini diturunkan, pihak rekanan pelaksana maupun Dinas Pekerjaan Umum terkait belum memberikan keterangan resmi saat dikonfirmasi mengenai dugaan ketidaksesuaian spesifikasi dan pengurangan volume material pada proyek tersebut. Upaya konfirmasi lanjutan masih terus dilakukan.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts