Sastra

Riessa Hidup.,. Mengapa kau sangat kejam padaku Mengapa kau berpura-pura manis Mengapa wajahmu tak semanis

Sastra

  Hendrika LW Hawa dingin makin menggigit tulang. Ramli dan motor Yamaha bebeknya berpeluk kabut,

Sastra

  Yosef Naiobe Kepada semesta, senja yang selalu menunggu di ufuk barat seperti gulungan ombak

Sastra

✍🏻 Riessa   Sahabat Kini waktunya kita berpisah Aku berdiri di persimpangan Kau ada di

Sastra

  Hendrikaa LW Aroma sesaji mengepul memenuhi langit desa. Bau kemenyan dan kembang setaman menyesakkan

Sastra

Hendrika LW Aku menunggumu di persimpangan malam di antara puing kisah sunyi yang kian lengang

No More Posts Available.

No more pages to load.