Nonton Wayang

Nonton Wayang
Ist

 

Nonton Wayang
Ist

Hendrikaa LW

Aroma sesaji mengepul memenuhi langit desa. Bau kemenyan dan kembang setaman menyesakkan hidung. Pertunjukan kali ini sungguh membuat bulu kuduk berdiri. Panggung ‘gedebok’ wayang. Suara gamelan dan sinden membawaku dalam ilusi.

Makin merinding. Aku beranjak dari depan panggung. Kakiku mengitari pedagang kaki lima yang bertebaran hingga ujung jalan. Tapi pikiranku masih melekat pada sinden cantik berkebaya biru tua.

Kembali ke depan panggung. Aku tidak tertarik pada wayang yang dimainkan dalang. Padahal kata orang-orang, dia dalang ternama. Malam makin larut. Rasa kantuk mulai menyergap. Kuputuskan untuk pulang setelah mampir di warung kopi. Lumayan, secangkir kopi hitam membuat mataku melek. Motor bututku melaju menyusuri kebun tebu. Spontan kuinjak rem. Seorang perempuan, berkebaya biru tua berdiri di tengah jalan. “Mas, antar aku pulang, ya”. Rejeki, mengantar perempuan cantik. Esok paginya, di kampungku gempar. Mereka menemukanku tanpa busana memeluk nisan.

Baca Juga :  Cerpen : Parno

 

 

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts