
Riesaa
Dalam diam aku berkata
tapi bibirku hanya membisu
Tak sepatah kata pun dapat terucap
Tak ada yang dapat aku lakukan
Dalam diam aku bertanya
Maukah kau jadi pendampingku?
Sudikah menemani di sisa usiaku?
Dapatkah menjadi tumpuan hidupku kelak?
Dalam diam aku menjerit
Kaulah dambaan hatiku
Aku mencintaimu
bukan karena memandang wajahmu
Aku mencintaimu
karena ketulusan hatimu
Aku mencintaimu
karena aku tahu
kau yang terbaik untukku
Tapi sekali lagi
dalam diam aku berkata
Apakah ini dapat menjadi kenyataan
Bila aku dan kamu terpisah
oleh dua pulau
Terpisah oleh dua suku
Dan terpisah oleh keyakinan
yang berbeda
Dan kini aku hanya dapat terdiam
membisu
tanpa ada kata-kata
Hanya ada bahasa kalbu
bahasa yang selalu
tak pernah dimengerti oleh telinga





