Morowali – Kesibukan di kantor Syahbandar, Bungku, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, tiga hari terkahir makin padat. Selain urusan dinas, kesibukan lain yang cukup menyita perhatian dan ektra kerja adalah, beres-beres kantor baru.
Perihal kerja plus ini dipimpin langsung oleh Kepala Syahbandar, Dr Andi Abbas, SH, MH, M. Si. Praktis semua pegawai yang bekerja di lembaga negara itu, sibuk bekerja ekstra. Usai jam kantor, pulang ke rumah hanya sebentar. Setelah azab magrib berkumandang semua pegawai masuk kerja lagi. Lembur.
Andi Abbas yang ditemui di sela-sela kesibukan itu mengatakan, kantor lama akan segera direnovasi. Untuk tidak mengganggu aktivitas jam dinas, ia memerintahkan pegawainya untuk pindahkan semua perangkat kantor ke gedung kantor yang baru.
“Gedung Kantor lama mau direnovasi makanya harus pindah cepat ke gedung yang baru,”kata Andi Abbas, Selasa (4/6) malam.
Lokasi gedung kantor Syahbandar yang baru, hanya dipisah oleh jalan raya. Posisinya di bagian timur. Kantor bercat putih dengan ornamen biru laut itu, berada di pinggir laut. Lebih dekat dermaga Pelabuhan Bungku. Tampaknya sangat representatif dengan suasana alam sekitar.
Hery seorang staf mengaku sudah dua malam, ia dan teman-temannya bekerja ekstra agar cepat selesai. “Apalagi pimpinan terjun langsung,” timpal Uddin.
Pantauan di lokasi, Kepala Syahbandar, Andi Abbas, menggunakan kaos warna seragam hitam dipadu dengan celana pendek. Doktor Bidang Hukum ini ikut tidak sekedar datang dan memerintah stafnya bekerja, walaupun hal itu bisa saja ia lakukan. Abdi Abbas aktif mengatur ruangan kerja stafnya. Misalnya mengatur letak kursi, meja dan membetulkan komputer. Bila ada posisi meja yang harus dipindah ke sudut yang lain, ayah empat anak ini dibantu sejumlah staf menggotong secara bersama-sama.
“Biar malam-malam kita harus kerja. Urus negara ya memang seperti ini. Tak mengenal waktu. Bila ada yang urgen harus segera diatasi,” ungkapnya.
Kerja “rodi” ini berlangsung hingga pukul 22.00 wit. Di atas jam tersebut, sebagian pegawai atau staf istrahat sambil menikmati udara malam. Selebihnya, tampak mengepulkan asap rokok, mirip penyair yang sedang mencari ide untuk menulis cerpen atau puisi.
Para penikmat saat nikoten ini mengambil jarak dan menjauh untuk menghormati pimpinannya yang tidak merokok.






