Biografi Petrus Sali – Perjalanan Hidup dan Perjuangan Meraih Sukses

Biografi Petrus Sali - Perjalanan Hidup Dan Perjuangan Meraih Sukses
Petrus Sali foto : Dok. Pribadi

Petrus Sali Lahir November 1976

Ia adalah potret nyata seorang pejuang hidup yang berangkat dari keterbatasan menjadi pengusaha.

  • Masa Kecil dan Pendidikan

Petrus lahir di keluarga sederhana. Kondisi ekonomi orang tua yang sulit membuatnya tidak dapat melanjutkan sekolah. Ia hanya mengenyam pendidikan hingga kelas V SD.

Meski demikian, ia dikenal sebagai anak yang cerdas di sekolah. Prestasinya selalu juara 1. Satu-satunya yang menjadi pesaingnya adalah Linda. Jika Linda juara 1, maka Petrus di posisi 2, begitu seterusnya. Persaingan sehat itu menjadi kenangan masa sekolahnya.

Karena kesulitan ekonomi, Petrus kemudian diasuh oleh tantenya, yang biasa di sapa Ain Kolo, saudari dari bapaknya.

  • Mukjizat di Pohon Tuak

Sebuah peristiwa yang tak pernah ia lupakan terjadi pada hari Jumat Agung. Saat memanjat pohon enau – pohon penghasil tuak yang biasa dibuat moke – Petrus terjatuh dari ketinggian sekitar 20 meter. Secara mukjizat, ia selamat tanpa cedera sedikit pun. Peristiwa itu ia yakini sebagai pertolongan Tuhan yang memberinya kesempatan hidup kedua.

  • Merantau dan Menempa Diri

Setelah keluar dari SD, Petrus memulai hidup mandiri dengan berjualan sayur di Atambua, Kabupaten Belu.

Ia kemudian kembali ke Kefamenanu (Kefa) dan bekerja sebagai kondektur bemo (angkot), hingga akhirnya dipercaya menjadi sopir angkot di Kota Kefamenanu.

Dinamika masa muda membawanya pada sebuah insiden. Suatu malam, ia dikeroyok gara-gara persoalan perempuan. Peristiwa itu membuatnya memutuskan untuk hengkang dari Kefa menuju Kupang.

Perjalanannya tidak berhenti. Ia mengikuti program transmigrasi lokal ke Alor, lalu merantau lebih jauh ke Bali dengan menekuni pekerjaan sebagai driver antar-jemput anak sekolah.

Dari Bali, ia menyeberang ke Kalimantan Timur, tepatnya Banjarmasin. Di sana ia tinggal bersama omnya, Bapak Luis, dan bekerja sebagai sopir pribadi bos tambang bernama Theo Ruing dan Simplesius Asa.

  • Titik Terendah

Di Banjarmasin, Petrus sempat mengalami masa paling sulit. Terlunta-lunta karena kesulitan ekonomi, ia bahkan nekat mengemis di Kodim, Kantor Polres, hingga Gereja. Saat itu ia mengaku sebagai korban kerusuhan politik Timor Timur (kini Timor Leste).

Baca Juga :  Program Inovasi Fase 3 Satukan Pemerintah, Guru, dan Komunitas di TTU

Namun pergumulan itu justru membentuk mentalnya.

Ia kemudian mendapat pekerjaan sebagai sopir truk fuso pengangkut telur, dengan rute Kediri, Jawa Timur ke berbagai distributor di seluruh wilayah Kalimantan. Dari pekerjaan ini, ia menguasai seluk-beluk marketing dan jalur distribusi penjualan telur di Kalimantan.

  • Titik Balik: Dewa Penolong

Titik balik hidupnya datang di suatu malam. Seorang pedagang telur bernama Frans Wijaya, yang saat itu telurnya tertahan di gudang, meminta bantuan Petrus untuk bisa mengeluarkan dan menjual telurnya.

Biografi Petrus Sali - Perjalanan Hidup Dan Perjuangan Meraih Sukses
Bersama Keluarga, Foto Istimewa

Petrus membantu dengan sekuat tenaga, dan semua telur milik Frans Wijaya berhasil terjual habis. Namun, aksinya itu diketahui oleh bosnya sendiri, yang berujung pada pemecatan.

Mendengar kabar pemecatan itu, Frans Wijaya tergerak. Ia kemudian menghubungkan Petrus dengan rekannya, seorang pengusaha tambang bernama Herman Wijaya.

Bersama Herman Wijaya, babak baru dimulai. Tugas awal Petrus adalah merekrut ribuan anak muda dari Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk dipekerjakan di tambang. Setiap hari mereka menggali batu secara manual, mengisi ke dalam karung, lalu menjualnya. Hasil penjualan sebagian disetor ke perusahaan, sebagian lagi untuk upah para pekerja harian.

  • Bintang Mulai Bersinar

Setelah proyek di Banjarmasin, pada sekitar tahun 2004 Herman Wijaya mendapat proyek tambang di Labuan Bajo, Flores, NTT. Karena modal semakin kuat, mereka melanjutkan ekspansi ke Sukabumi, Jawa Barat.

Dari Sukabumi, mereka bergeser mencari lokasi baru di Kecamatan Bojonegara, Serang, Banten. Di pinggir pantai Desa Margagiri, perusahaan milik Herman Wijaya membangun mess untuk seluruh karyawan, baik tenaga asing dari Tiongkok maupun tenaga lokal dari Banten dan NTT.

Baca Juga :  Tanam Perdana Jagung Hibrida di Desa Passippo, Upaya Kadis Asman Tingkatkan Kemandirian Petani dan Swasembada Pangan

Di sinilah bisnis mulai menemukan bentuknya. Mereka menjual pasir Bangka Belitung ke pabrik-pabrik pembuatan paving block di Jakarta dan wilayah Banten.

Tak berhenti di situ, mereka membangun PT Anuegarah Alam Indonesia Jaya (AAIJ) yang bergerak di bidang tambang minerba, menjual batu split ke wilayah DKI Jakarta, Banten, hingga Jawa Barat. Perusahaan lain pun didirikan untuk mengerjakan proyek pembangunan jalan tol dan infrastruktur lainnya.

Petrus yang dipercaya menangani bidang marketing, mulai dari pasir Bangka hingga batu split, perlahan menguasai pasar, termasuk bisnis pengisian BBM untuk kapal.

  • Mendirikan Perusahaan Sendiri

Seiring berjalannya waktu dan kematangan dalam menguasai pasar, Petrus mendirikan perusahaannya sendiri yang diberi nama PT Tobesmala Jaya Makmur (TJM). Perusahaan ini berada di bawah naungan PT AAIJ, dengan nota kesepahaman (kerja sama) dalam penjualan batu split.

Sebagai batu loncatan, ia membuka kantor sendiri lengkap dengan mess karyawan yang sebagian besar direkrut dari keluarganya sendiri.

Belum genap setahun berdiri, PT TJM sudah memiliki sejumlah alat berat dengan kapasitas 200 PC. Alat-alat tersebut kini beroperasi di berbagai proyek di Kemayoran Jakarta, Subang, dan Cikarang.

Dari anak penjual sayur di Atambua yang hanya tamat kelas 3 SD, pernah jatuh dari pohon tuak setinggi 20 meter dan pernah mengemis di jalanan Banjarmasin, kini Petrus Sali telah menjelma menjadi pengusaha yang menguasai pasar material konstruksi di Jawa dan Banten.

Perjalanan hidupnya adalah bukti bahwa kerja keras, kejujuran dalam membantu orang, dan keuletan mampu mengubah nasib.

Kisah ini akan ditayangkan dalam bentuk Biografi yang sementara dala proses penulisan.

 

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts