
Angin sepoi-sepoi menyapu perlahan. Senja tertatih ke peraduan. Malam pun gamang. Sisa cahaya raja tata Surya itu meredup. Mencekam dihajar hujan disertaiai guntur dan petir sahut sahutan.
Pesona malam di kota Yogya laksana tak bertuan. Hiruk pikuk jalanan menjadi hambar. Di sudut sana, hati Anwar terselip perasaan galau. Pegawai swasta sebuah bank ini resah dengan tingkah kekasihnya Ratnaningsih. Beberapa kali Anwar menghubungi, Ratna demikian gadis berparas cantik ini acuh tak acuh merespon panggilan Anwar melalui telephone selulernya.
“Ratna sejak kemarin aku menghubungi dirimu. Dari nada bicaramu terasa hambar. Ada masalah apa” tanya Anwar suatu waktu.
Pertanyaan demi pertanyaan tak satu pun terbalas. Seakan lenyap bersama bayu senja. Anwar seperti bertanya pada dirinya sendiri. Ratna kian malas merespon pesan WhatsApp kekasihnya.
Kegalauan Anwar kian mencekam seirama pekatnya malam. Ia mencoba menjelajahi lebih dalam perubahan sikap Ratna. Anwar sebenarnya sudah mendapat desas desus jika kekasihnya yang selama ini dipuja berpaling. Namun siapa cowok yang berhasil merebut hati Ratna masih teka teki. Apalagi Ratna diam seribu basa.
Ketika rembulan menerobos kamarnya Anwar tersadar dari lamunan. Cowok asal Ternate yang memilih merantau ke Jawa ini menemukan jawaban. “Cinta itu misteri. Abstrak. Tak berwujud rupa. Hanya keheningan yang bisa membuka tirai di balik perasaan gundah ini,” gumam Anwar.





