Dirjen Industri Kemenperin RI Sebut Kabupaten TTU Produksi Porang Terbesar di NTT

Dirjen Industri Kemenperin Ri Sebut Kabupaten Ttu Produksi Porang Terbesar Di Ntt
Foto Lius S
Dirjen Industri Kemenperin Ri Sebut Kabupaten Ttu Produksi Porang Terbesar Di Ntt
Foto Lius S

KEFAMENANU,- Dirjen Industri Kementerian Perindustrian RI menyebut Kabupaten Timor Tengah Utara, merupakan salah satu daerah produksi porang terbesar ke 2 di Wilayah Propinsi Nusa Tenggara Timur setelah Kabupaten Sumba Timur.

Hal ini diungkapkan Dirjen Industri Kementerian perindustrian dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Fungsional penyuluh industri, Suprana, pada saat Kementerian Perindustrian Repoblik Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Perindustrian Gajah Mada, Jogjakarta melaksanakan bimbingan teknis produksi dan pengolahan produk turunan porang di Hotel Viktory II, Kefamenanu, Rabu (25/7/2022).

Porang merupakan salah satu hasil pertanian yang bernilai ekonomis tinggi. Bila dikelola secara baik sesuai permintaan pasar, maka kisaran harganya akan naik.

“Bimtek ini paling tidak menambah nilai ekonomi bagi petani porang di Kabupaten TTU. Mungkin selama ini dijual sekilo hanya Rp. 5.000. Namun dengan adanya peningkatan melalui Chip bisa Rp. 40.000, atau Rp. 50.000 perkilo gram. Apalagi kalau udah dalam bentuk tepung, bisa Rp.200.000 perkilo gram,”ungkapnya.

Baca Juga :  Bank BJB Raih Penghargaan Top Bank Awards 2021 dari The Iconomic

Suprana mengatakan, pihaknya akan bekerjasama dengan Disperidag Kabupaten TTU dalam mendukung pengolahan porang dengan menyediakan fasilitas pendukung.

“Kami dengan Disperindag Kabupaten TTU akan saling bekerjasama untuk mendukung kegiatan ini,”ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Drs. Maksimus Akoit mengatakan, akumulasi data Dinas Pertanian, Kabupaten TTU memiliki 5000 hektar kebun porang yang tersebar di 22 Kecamatan di Kabupaten TTU

“Luasan arealnya berbeda-beda . Ada yang 100 hektare, 300 hektar dan 400 hektar. Intervensi dari dinas adalah mendampingi para petani porang yang ada,”ujarnya.

Maksimus mengatakan pihaknya tengah mengupayakan penjualan porang dalam bentuk Chip untuk mendongkrak harga pasaran. Karena selama ini penjualannya masih dalam bentuk mentahan dengan kisaran harga Rp.4.000 dan Rp.5.000.

Baca Juga :  Inovasi Koperasi Unit Desa: Mendorong Ekonomi Lokal dengan Teknologi

“Kalau dalam bentuk Chip Rp.40.000 atau Rp. 50.000. Itu yang sedang kita upayakan saat ini,”ujarnya.

Maksimus mengungkapkan, pihaknya sementara membangun kerjasama dengan Kemenperin Pusat agar kedepan Kabupaten TTU memiliki rumah produksi atau pabrik porang sendiri.

“Kalau sudah punya pabrik sendiri, kisaran harga bisa mencapai Rp.200.000 perkilo gram,”tutupnya.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts