
BONE – Kesadaran menjaga lingkungan tidak hanya lahir dari kebijakan pemerintah, tetapi juga dari pembiasaan sejak dini. Hal itu tampak dalam kegiatan Sosialisasi pengelolaan sampah yang digelar SMA Islam Terpadu (IT) Andalan International Boarding School Bone pada Kamis, 28 Agustus 2025, di Dusun Patironge, Desa Ajangpulu, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone.

Dalam kegiatan tersebut, Andi Martono, S.Si, Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bone, hadir sebagai narasumber utama. Dengan gaya penyampaian yang lugas, ia mengajak para siswa untuk menjadi generasi pelopor yang peduli terhadap kelestarian bumi.
“Menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal-hal sederhana. Misalnya, disiplin membuang sampah pada tempatnya. Namun lebih dari itu, kita perlu belajar memilah dan mengelola sampah agar tidak menjadi masalah di kemudian hari,” ujarnya.
Para siswa diperkenalkan pada konsep pemilahan sampah organik dan anorganik. Sampah organik diarahkan untuk diolah melalui biopori sebagai media pengomposan, sementara sampah anorganik bisa dimanfaatkan kembali melalui pembentukan bank sampah dengan menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Tidak hanya mendengar materi, para siswa bersama pengajar turut mempraktikkan langsung ilmu yang diperoleh. Mereka membuat lubang biopori di area sekolah sekaligus melakukan penanaman pohon sebagai wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan.
Andi Martono menekankan bahwa menanam pohon bukan hanya memberi manfaat ekologis, tetapi juga menjadi amal jariyah. “Setiap pohon yang tumbuh dan memberi manfaat, pahalanya akan terus mengalir bagi yang menanam,” ungkapnya.
Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari siswa. Kepala SMA IT Andalan Bone menyebut bahwa program tersebut sejalan dengan komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, bersih, dan hijau.
Dengan semangat yang ditunjukkan para siswa, SMA IT Andalan Bone berharap mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan. (*)






