
Kefamenanu,-Enam proyek Dana Desa (DD) Desa Botof, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur tahun anggaran 2016-2019 mangkrak.
Ke-enam proyek yang tidak selesai dikerjakan alias mangkrak tersebut antara lain pembangunan gedung PAUD tahun anggaran 2016, pengadaan sumur galian sebanyak 14 titik, serta pembuatan jalan dusun, saluran tembok penahan, deukur serta cross way tahun anggaran 2018 dan pembangunan aula tahun 2019.
Hal ini menimbulkan adanya dugaan korupsi yang telah dilakukan kepala desa Botof.
Pantauan media saat melakukan penelusuran ke Desa Botof pada Selasa (26/1/2021), terlihat proyek pembangunan gedung PAUD, pembuatan jalan dusun, saluran, tembok penahan, Deuker dan crossway, serta pembangunan aula hingga saat ini belum selesai dikerjakan.
Terlihat pembangunan gedung PAUD yang dibangun menggunakan anggaran tahun 2016 tersebut sengaja dibiarkan tidak terurus dengan kondisi tanpa jendela dan pintu serta keramik yang belum selesai di pasang.
Selain itu, proyek pembuatan jalan dusun, saluran, tembok penahan, Deuker serta crossway juga belum di selesaikan. terlihat dilokasi, pengadaan material seperti batu dan pasir sudah ada sepanjang jalan tersebut, namun program yang menggunakan anggaran tahun 2018 tersebut sampai saat ini belum juga dikerjakan.
Lalu, program pembangunan Aula kantor desa sampai saat ini juga terlihat sepertinya berjalan di tempat. Bahan-bahan material seperti semen, Kosen pintu, batako dan besi beton sengaja dibiarkan di lopo kantor desa Botof, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara.
Kepala Desa Botof, Primus Neno Olin saat di konfirmasi di rumahnya mengungkapkan beberapa program tahun anggaran (TA) 2016-2019 yang hingga saat ini tidak tuntas disebabkan karena serta pengadaan bahan yang tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
“Gedung Paud itu tahun anggaran 2016, memang belum selesai namun bahannya ada, kendalanya pada bahan semacam keramik tidak sesuai dengan ukuran yang ada di RAB sehingga kami pending, dan untuk paud keadaannya seperti itu, termasuk alat peraganya pengadaan tahun 2017, lalu pintu dan jendela belum digantung namun bahannya ada di dalam kantor”, ungkap Primus.
Dirinya mengatakan terkait dengan program pembuatan jalan dusun, saluran, tembok penahan, Deuker dan crossway serta pembangunan aula kantor desa Botof sementara ini kekurangan tenaga kerja.
“Memang pihak ketiga sudah kasih turun bahan dari akhir bulan Juli 2020, kendalanya jujur saja baru-baru ini dengan tukang”, tambah Primus.
Namun dirinya menuturkan telah berkoordinasi dan sepakat dengan masyarakat kelompok kerja agar dalam waktu dekat segera menuntaskan program-program yang masih tertunggak tersebut.
Dirinya menargetkan semua program-program yang tertunggak tersebut akan selesai dalam pertengahan bulan Maret.
“Jujur saja, saya targetkan pertengahan Maret selesai, tapi aula mungkin April”, tutup Primus.






