
BONE–Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Palang Merah Indonesia (PMI) menjadi momen bersejarah bagi PMI Kabupaten Bone. Di bawah kepemimpinan Drs. H. Ambo Dalle, MM, organisasi kemanusiaan ini mendapatkan hadiah istimewa berupa peresmian markas baru yang diresmikan langsung oleh Penjabat Bupati Bone, Andi Winarno Eka Putra, SSTP., MH Sabtu, 21 September 2024.

Berlokasi di Jl. Dr. Wahidin, markas baru PMI Bone diharapkan menjadi pusat kegiatan yang lebih terorganisir dan siap melayani masyarakat dengan lebih baik, khususnya dalam bidang kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Prosesi peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti serta pengguntingan pita oleh Andi Winarno, yang didampingi oleh Nur Fiansyah, SH, dari Bidang Penanggulangan Bencana PMI Provinsi Sulawesi Selatan.
Acara peresmian ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting Kabupaten Bone, seperti perwakilan dari Polres Bone, Dandim 1407/Bone, serta tokoh masyarakat dan pengusaha lokal, termasuk Hj. Faridah Hanafing, Owner Surya Indah Swalayan, Ketua Baznas Bone, Drs. H. Zainal Abidin, serta Ketua Yayasan Al-Amir Fil Janna, H. Amir Bandu, Dr. Syahrir, Direktur RSUD Tenriawaru Bone, Kepala Bappeda Bone, Dr. Ade Fariq Ashar, SSTP., M.Si.
Ketua PMI Kabupaten Bone, Drs. H. Ambo Dalle, MM, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan peresmian markas baru PMI Kabupaten Bone. Ia mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada semua pihak yang berkontribusi dalam terwujudnya pembangunan markas baru ini.
Menurutnya, proses pembangunan markas ini memerlukan waktu yang cukup lama karena keterbatasan sumber daya. “Palang Merah tidak seperti pemerintah daerah yang memiliki sumber dana dari APBD. Kami mengandalkan gotong royong dari berbagai pihak,” ujarnya. Ia juga menyinggung kantor lama PMI yang merupakan hasil bantuan dari Bupati Bone sebelumnya, HAM Idris Galigo, serta pembelian tanah dan bangunan yang dulu dimiliki Wakapolres.
“Alhamdulillah, hari ini kita punya markas baru. Bahkan, ke depannya kami berencana menyatukan kedua bangunan ini,” kata Ambo Dalle dengan optimisme.
Pembangunan markas baru PMI ini tak lepas dari bantuan banyak pihak, termasuk Direktur Surya Indah Swalayan (SIS), Baznas Bone, dan Ketua Yayasan Al-Amir Fil Jannah. Sumbangan tersebut mencakup seluruh biaya pembangunan lantai satu dan dua gedung markas PMI.
Ambo Dalle juga bercerita tentang beberapa momen penting dalam pembangunan markas ini. Ia mengapresiasi peran berbagai pihak, termasuk pemerintah Kabupaten Bone yang berkontribusi sebesar 150 juta rupiah untuk mendukung operasional markas. “Saya tak bisa bayangkan gedung ini bisa berdiri, namun Tuhan Maha Kuasa. Semua ini berkat semangat kebersamaan,” katanya.
Lebih lanjut, Ketua PMI Bone ini memuji semangat Pj Bupati yang telah menjadi pendonor darah lebih dari 40 kali. Ia menekankan bahwa donor darah tidak hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga memberikan kesehatan bagi pendonornya.
“Tidak pernah sakit, batuk pun tidak pernah,” kata Ambo Dalle, merujuk pada pengalaman seorang pendonor darah yang berusia 80 tahun yang selalu sehat berkat kontribusinya.
PMI Kabupaten Bone juga menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan operasionalnya. Salah satu cerita menarik yang dibagikan Ambo Dalle adalah tentang pemanfaatan ambulans PMI yang sempat diprotes karena digunakan untuk mengangkut bantuan sembako, bukan jenazah. “Ambulans itu dipakai untuk menjaga orang agar tidak mati, bukan hanya untuk mengangkut orang mati,” tegasnya.
Markas baru PMI Kabupaten Bone memiliki fasilitas yang lengkap, termasuk ruang serbaguna di lantai satu, sekretariat, dan ruang pameran untuk piala-piala prestasi PMI yang akan ditampilkan nanti. Rencananya, markas ini akan menjadi pusat pelatihan bagi relawan PMI, baik untuk tenaga medis maupun KSR.
Di akhir sambutannya, Ambo Dalle mengajak semua pihak untuk terus mendukung PMI dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Ia berharap pembangunan markas ini menjadi inspirasi bagi pemimpin-pemimpin di masa depan untuk terus memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas.
Nur Fiansyah, SH, Bidang Penanggulangan Bencana PMI Sulse mengungkapkan kebanggaannya terhadap PMI Bone yang merupakan satu-satunya cabang di Sulawesi Selatan yang memiliki dua markas. Hal ini dianggap sebagai bukti nyata kesiapan dan dedikasi PMI Bone dalam melayani masyarakat serta menghadapi tantangan yang semakin kompleks di bidang penanggulangan bencana.
“PMI Kabupaten Bone tidak hanya menjadi yang pertama dengan dua markas, tetapi juga terus bekerja dengan komitmen tinggi untuk menjadikan Bone lebih baik di masa mendatang. Segala hal baik yang telah dikerjakan harus dilanjutkan. Tak perlu semangat baru, yang dibutuhkan adalah melanjutkan apa yang sudah baik, dan memperbaiki apa yang masih kurang,” ujar Fiansyah dalam sambutannya.
Menurut Nur Fiansyah, kehadiran markas baru ini adalah simbol kesiapan PMI Bone dalam menghadapi berbagai situasi darurat di masa yang akan datang. PMI Kabupaten Bone dinilai selalu siap mengabdi untuk Kabupaten Bone dan masyarakatnya. Ia berharap dengan adanya dua markas, PMI Bone dapat lebih sigap dan responsif terhadap situasi darurat, sekaligus memberikan manfaat lebih besar kepada masyarakat setempat.
“Atas nama Ketua PMI Provinsi Sulawesi Selatan, saya menyampaikan selamat dan sukses kepada Ketua PMI Kabupaten Bone atas peresmian markas ini. Semoga markas baru ini dapat terus memberikan kontribusi yang besar bagi masyarakat Bone, terutama dalam penanggulangan bencana dan bantuan kemanusiaan,” tambah Fiansyah.
PJ Bupati Bone, Andi Winarno Eka Putra, SSTP., MH, menekankan betapa pentingnya peran organisasi seperti PMI dalam mendukung kegiatan kemanusiaan, terutama dalam situasi bencana maupun kegiatan donor darah yang bermanfaat bagi kesehatan masyarakat.
“Alhamdulillah, PMI Kabupaten Bone mampu menghadirkan berbagai kegiatan yang sangat relevan untuk masyarakat kita. Kalau diingat, sejak kita sekolah dasar hingga SMA, ada dua organisasi yang selalu kita kenal, yaitu Palang Merah Remaja (PMR) dan Pramuka,” ungkap Andi Winarno. Ia mengungkapkan kolaborasi antara organisasi-organisasi non-pemerintah yang sering berperan aktif dalam membentuk karakter generasi muda dan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan.
Andi Winarno juga menceritakan kenangan pribadinya ketika dahulu berpartisipasi dalam kegiatan PMI dan seleksi untuk PMR. “Saya masih ingat saat seleksi PMR dulu disebut Himbara,” kenangnya.
Andi Winarno juga mengapresiasi progres cepat yang dilakukan oleh pengurus PMI dalam pengembangan fasilitas PMI, seperti Unit Donor Darah (UDD). Menurutnya, langkah ini sangat penting dalam mendukung kebutuhan darah untuk masyarakat Bone dan sekitarnya.
“Permintaan tanah di belakang Kantor Bupati untuk pengembangan fasilitas UDD. Ini sesuatu yang perlu kita pertimbangkan karena menyangkut kepentingan masyarakat luas,” lanjutnya.
Andi Winarno menegaskan bahwa donor darah bukan hanya sekadar tindakan sosial, tetapi juga membawa manfaat besar untuk kesehatan. Ia mengaku rutin mendonorkan darah dan merasa bangga dengan kontribusi PMI yang tidak hanya berfokus pada kegiatan donor darah, tetapi juga pada penanganan bencana alam.
“Saya seringkali terlibat dalam kegiatan kemanusiaan, seperti saat banjir bandang di Luwu. Teman-teman PMI dan TNI selalu hadir di garis depan, membantu masyarakat yang terdampak. Ini adalah bentuk nyata dari kepedulian kita terhadap sesama,” ujarnya.
Lebih lanjut, Andi Winarno menyampaikan bahwa dukungan terhadap PMI merupakan bagian dari komitmen pemerintah Kabupaten Bone dalam mendukung segala bentuk kegiatan kemanusiaan. Meskipun dengan keterbatasan anggaran, ia memastikan bahwa pemerintah akan memprioritaskan dukungan terhadap kegiatan PMI.
“Kami akan mendukung semaksimal mungkin, meskipun saya hanya sementara di sini, tetapi sebagai orang Bone asli, saya berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi daerah ini. Semoga PMI terus berkembang dan semakin bermanfaat bagi masyarakat Bone,” tutupnya.
Andi Winarno, yang menghabiskan masa pendidikan dasar hingga SMA di Bone, menyatakan bahwa meskipun ia mengabdi di luar daerah untuk sementara, cintanya terhadap tanah kelahirannya tetap besar. Dengan pengalaman 14 tahun lebih mengabdi di Bone, ia berharap bisa terus memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan daerah tersebut. (*)






