Kisah Inspiratif Seorang Napi di Penjara

Kisah Inspiratif Seorang Napi Di Penjara
Ist
Kisah Inspiratif Seorang Napi Di Penjara
Ist

Catatan : Toski D

Berada dalam bilik sempit alias bui, tidak mengatasi seorang narapidana untuk berkreasi. Setidaknya inilah yang kini dilakoni Sunardi (40). Napi kasus pembunuhan berencana dengan dijatuhi hukuman seumur hidup ini terus berkarya meski terkurung di balik jeruji besi dengan membuat ukiran kaligrafi, miniatur truk, bisa memotong rambut, dan membuat kerajinan lainnya.

Pria asal Bondowoso, ini diakui telah banyak menghasilkan karya karya inspiratif selama 14 tahun menjalani masa hukuman penjara.

Kalapas Heri Azhari mengatakan selama ini cak Nardi terus mengasah kemampuan dan ketrampilannya, sudah banyak karya Cak Nardi yang telah dikerjakannya.

“Mengingat sudah 14 tahun Sunardi menjalani masa hukumannya,” Ungkap Kalapas Heri, dalam sebuah wawancara belum lama ini.

Baca Juga :  Meningkatkan Keselamatan Pelayaran: KUPP Molawe Gelar Sosialisasi KP-DJPL 358

Lanjut Heri Azhari, Cak Nardi’ ini merupakan sosok orang yang selalu optimis dalam menjalani hukumannya. Ia menjalankan pidananya dengan iklash, dan rajin mengikuti pembinaan kepribadian, dari mulai kegiatan mengaji sampai salat jamaah.

 

Selain itu, Cak Nardi juga melakukan kegiatan positif lainnya melalui bimbingan pembinaan kemandirian seperti kegiatan babershop, perkayuan meubel, bengkel las dan kerajinan-kerajinan dari kayu lainnya.

“Saya terus mendukung dengan sepenuh hati Warga Binaan untuk terus berkegiatan positif dan berkarya. Saya yakin kelak Sunardi ketika bebas sudah siap menjadi manusia baru dan siap terjun ke masyarakat dengan bekal skill/keterampilan dan perilakunya baik selama menjalani pidananya di Lapas ini,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pemda TTU Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Sebagai Hadiah Ulang Tahun

Sementara itu, Sunardi mengaku sudah sangat ingin kembali kepada keluarga tercintanya, dan berharap ada perubahan hukuman, dari seumur hidup berubah menjadi 20 tahun.

“Saya sudah menyadari kesalahan saya dan sudah bertobat, dan saya pingin menjadi bagian dari keluarga saya lagi. Pingin segera berkumpul dengan keluarga lagi, mengabdikan diri ke bangsa dan negara Indonesia tercinta di tengah-tengah masyarakat. Saya berharap hukuman saya dirubah,” katanya dengan penuh harap, sembari menyeka air matanya.

 

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts