Mendiktisaintek Dukung Unimor Jadi Pusat Riset dan Inovasi di Perbatasan

Mendiktisaintek Dukung Unimor Jadi Pusat Riset Dan Inovasi Di Perbatasan

KEFAMENANU,- Kunjungan kerja Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Mendiktisaintek RI), Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., ke Universitas Timor (Unimor), Rabu (16/4/2025), bukan sekadar seremonial.

Kunjungan ini menjadi titik tolak penegasan peran UNIMOR sebagai Pusat Riset dan Inovasi berbasis lokal di kawasan Perbatasan.

Dalam pertemuan bersama civitas akademika UNIMOR di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Prof. Brian menyampaikan pesan kuat riset yang lahir dari perguruan tinggi di perbatasan harus berakar dari kebutuhan lokal, namun berpandangan global.

“Laboratorium Terpadu yang hari ini diresmikan bukan hanya simbol pembangunan fisik, tapi tonggak untuk menghasilkan riset-riset yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, seperti pertanian, peternakan, hingga gizi masyarakat,” ujar Prof. Brian.

Ia menyoroti contoh riset-riset aplikatif yang telah diinisiasi UNIMOR, termasuk pengembangan varietas unggul jagung bose dan pengelolaan komoditas bawang putih. Menurutnya, kekuatan UNIMOR justru terletak pada kemampuannya memahami konteks lokal secara mendalam.

“Kita tidak perlu menunggu solusi dari kota besar. Kampus seperti UNIMOR bisa dan harus menjadi penghasil inovasi. SDM unggul bisa tumbuh di mana saja, asal ada semangat dan dukungan,” tegasnya.

Baca Juga :  Bupati Falen Kebo Dorong Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat dalam Inovasi Penanggulangan Stunting

Selain meresmikan laboratorium, Mendiktisaintek juga memuji capaian akademik dosen-dosen UNIMOR yang telah berkiprah di tingkat internasional, seperti Dr. Didi Prasetyo Benu yang aktif melakukan penelitian di Jepang dan telah mempublikasikan hasil risetnya di jurnal internasional bereputasi.

Prof. Brian menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan dunia industri.

Mendiktisaintek Dukung Unimor Jadi Pusat Riset Dan Inovasi Di Perbatasan

Menurutnya, model pembangunan wilayah perbatasan seperti TTU bisa menjadi percontohan nasional jika kolaborasi tersebut dikemas dalam riset dan inovasi yang relevan.

Prof. Brian juga menyampaikan pesan dari Presiden RI, Prabowo Subianto, tentang pentingnya gizi dan pendidikan sebagai fondasi SDM unggul.

Ia menyinggung program makan bergizi gratis yang akan dikaitkan langsung dengan penguatan pendidikan tinggi.

“Tidak ada alasan bagi anak-anak perbatasan untuk tertinggal. Gizi cukup, pendidikan tinggi, dan riset lokal adalah kunci untuk menciptakan generasi emas,” tuturnya.

Kunjungan kerja ini menjadi momentum penting bagi UNIMOR untuk naik kelas dari sekadar kampus perbatasan menjadi pusat inovasi Timur Indonesia.

Rektor UNIMOR, Dr. Ir. Stefanus Sio, M.P., menyambut baik dukungan pemerintah pusat. Ia berharap kunjungan ini bisa menjadi momentum percepatan pembangunan fasilitas kampus, termasuk pembangunan gedung auditorium, ruang kuliah, serta pembukaan program pascasarjana.

Baca Juga :  Perahu Terbalik, Dua Pemburu Biawak  Tenggelam, Seorang Lagi Selamat

“Potensi daerah kami sangat besar, tapi harus ada dukungan konkret, termasuk dana riset dan fasilitas laboratorium yang memadai,” kata Rektor Stefanus.

Ia juga menyatakan komitmen UNIMOR untuk terus melahirkan karya-karya ilmiah yang bukan hanya bertumpu pada teori, tetapi bisa diterapkan langsung untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP., M.A., menambahkan bahwa UNIMOR telah menjadi motor penggerak kemajuan daerah, tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga pusat produksi ide dan solusi.

“Sudah ada penelitian yang sangat aplikatif, seperti peningkatan nilai jual jagung bose. Kami di daerah tentu berharap agar hasil-hasil penelitian ini bisa diadopsi oleh petani secara luas dan menarik minat investor,” ujar Bupati Yosep.

Ia juga menyebut bahwa kehadiran UNIMOR telah membuka akses pendidikan tinggi yang terjangkau dan relevan dengan kebutuhan daerah.

Pemerintah daerah pun terus mendorong agar UNIMOR membuka jenjang pendidikan pascasarjana, khususnya untuk pengembangan kapasitas ASN.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts