Merawat Persatuan di Tengah Perbedaan, Hakim Lewa Hadiri Upacara 17 Agustus: Wujud Syukur dan Cinta Tanah Air

Merawat Persatuan Di Tengah Perbedaan, Hakim Lewa Hadiri Upacara 17 Agustus: Wujud Syukur Dan Cinta Tanah Air

BONE – Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Merdeka Watampone saat pemerintah Kabupaten Bone menggelar upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Minggu (17/8/2025). Dari deretan tamu undangan tampak hadir Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Bone, Hakim Lewa, bersama pengurus Yayasan Vihara Dharma Palakka, Gede Widiamita, yang ikut ambil bagian dalam momentum sakral tersebut.

Usai upacara, Hakim Lewa terlihat bercengkerama hangat dengan Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, MM, Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong, SH, serta Ketua Pengadilan Negeri Bone I Wayan Sukradana, SH. Kebersamaan itu semakin lengkap dengan hadirnya Danrem 141/Tp Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, S.Sos., MM, Kadispora Bone H. A. Akbar, S.Pd., M.Pd, Kepala Kantor Kemenag Bone Dr. H. Abd. Rafik, Ketua KADIN Bone Dr. Hj. Cheriani, hingga akademisi Universitas Cahaya Prima Dr. Syarifuddin Yusmar.

Baca Juga :  PT. Adi Citra Sentosa dan Mitra Gelar Pengobatan Gratis di SLB Benpasi

Dalam kesempatan tersebut, Hakim Lewa menyampaikan rasa syukurnya atas perjalanan panjang bangsa Indonesia yang telah memasuki usia ke-80 tahun. Ia menekankan pentingnya menjaga Persatuan dalam bingkai keberagaman, khususnya di Kabupaten Bone.

“Sebagai warga negara, salah satu wujud rasa syukur kami adalah ikut menyemarakkan upacara HUT ke-80 Proklamasi Kemerdekaan RI. Alhamdulillah, Indonesia, termasuk Kabupaten Bone, selalu aman dan kondusif. Kami berharap keadaan ini terus terjaga ke depan,” ungkapnya.

Hakim Lewa juga mengungkapkan kuatnya nilai toleransi di Bumi Arung Palakka. Meski komunitas Tionghoa berada dalam posisi minoritas, namun kehidupan antarumat beragama berjalan harmonis.

perbedaan ras dan agama tidak pernah menjadi masalah di Bone. Toleransi sangat bagus, sehingga kami pun bisa mengembangkan usaha dengan baik. Inilah yang membuat kami bangga menjadi bagian dari Kabupaten Bone,” tambahnya.

Baca Juga :  Tampilkan Kolaborasi Seni dan Semangat Kebangsaan, Sumpah Pemuda Jadi Ajang Pembuktian Generasi Emas SMAN 13 Bone

Kehadiran PSMTI Bone dalam perayaan HUT ke-80 RI menjadi gambaran nyata bahwa keberagaman bukan sekadar semboyan, melainkan kekuatan yang terus dipelihara bersama. Harmoni itu semakin menegaskan bahwa semangat kemerdekaan bukan hanya milik satu golongan, melainkan milik seluruh anak bangsa. (*)

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts