MALANG – Masa pandemi covid 19 ikut menyumbang jumlah pertambahan angka pengangguran di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sejak terjadi covid 19 sejumlah perusahaan terpaksa merumahkan karyawan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo mengungkapkan hal ini kepada awak media di lobby gedung Anusopati, kompleks Pendopo Agung, Kabupaten Malang, Jalan Agus Salim no.7, Kota Malang, Selasa (11/11).
Menurut mantan perwira TNI-AD yang memilih ASN, setiap tahun memang terjadi pengangguran, namun jumlahnya tidak signifikan dibanding tahun ini. Yoyok menjelaskan sedikitnya angka pengangguran itu sekitar tiga persen dari lulusan sekolah menengah atas dan kejuruan.
“Untuk menekan angka pengangguran tersebut, diperlukan peran aktif semua pihak, termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Apalagi tahun ini kenaikan angka pengangguran diperkirakan naik hingga lima persen,” jelasnya.
Yoyok mengaku, setiap tahun jumlah lukusan sekolah menengah atas maupun kejuruan sebesar 12.000 orang. Dari jumlah ini lanjut Yoyok hanya 15 persen yang mendapatkan pekerjaan.
Belum lagi, lanjut Yoyok, di tahun ini membuat peningkatan pengangguran semakin meningkat karena ada sebanyak 27 perusahaan yang memberhentikan pekerjanya lantaran Pandemi Covid-19.
“Untuk itu, kami meminta jajaran OPD untuk membuat program supaya dapat menekan angka pengangguran,” terangnya.
Dengan begitu, tambah Yoyok, angka pengangguran bisa ditekan secepatnya dengan berbagai kegiatan yang dilakukan, seperti melakukan sosialisasi, dan pelatihan tentang UMKM.
“Kita sudah melakukan sosialisasi dan pelatihan UMKM. Beberapa program pun sudah kami jalankan untuk meningkatkan kualitas calon tenaga kerja,” tukasnya






