Pemadaman TPA Supit Urang Difokuskan ke Zona ‘Old Landfill’ Sisi Barat

Pemadaman Tpa Supit Urang Difokuskan Ke Zona 'Old Landfill' Sisi Barat

Kota Malang, ZonaNusantara – Tim gabungan terus mengintensifkan upaya pemadaman kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang.

Memasuki pertengahan pekan ini, Senin (26/10/2026), operasi pemadaman diprioritaskan di zona old landfill (pembuangan lama) sisi barat yang berbatasan langsung dengan Desa Jedong, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, menjelaskan bahwa strategi utama yang diterapkan adalah mengombinasikan teknik injeksi air dengan pembongkaran sampah menggunakan alat berat seperti ekskavator dan bulldozer.

“Penggunaan alat berat bertujuan mempercepat penguraian tumpukan sampah, sehingga titik panas (hotspot) yang tersembunyi di bawah permukaan dapat segera terbuka dan terlihat,” ujar Pandu, Senin (26/10/2026).

Pandu menambahkan, titik api terbuka (flame) saat ini sudah berkurang sangat signifikan. Meski demikian, sejumlah titik panas (hotspot) masih terpantau menyebar di kedalaman tumpukan sampah tua.

Hujan gerimis yang sempat mengguyur area TPA selama dua hari berturut-turut diakui cukup membantu mengurangi resapan polusi udara. Namun, durasinya yang singkat belum mampu menembus bara api di bagian dalam tanah.

Baca Juga :  Event 1618 Blayer Piala Dandim TTU Resmi Ditutup

“Curah hujan masih kecil dan durasinya pendek, sehingga air belum bisa meresap hingga menjangkau hotspot di kedalaman tanah. Kami berharap ada hujan berintensitas sedang hingga lebat agar bisa menggenangi dan mempercepat pemadaman total,” terangnya.

Untuk menjamin keselamatan petugas dari paparan asap pekat dan keterbatasan oksigen, Damkar Kota Malang menerapkan pengaturan waktu ketat di zona old landfill sisi barat.

Untuk Pukul 06.00 – 11.00 WIB, Pemadaman difokuskan penuh di titik batas Desa Jedong sebelum angin berembus kencang.

Sedangkan, Pukul 11.00 WIB Ke Atas, Arah angin mulai berembus ke barat membawa kepulan asap tebal ke zona tersebut, sehingga penyemprotan di titik ini dihentikan sementara demi keselamatan personel.

Pukul 12.30 WIB (Pasca-Isoma), Tim bergeser secara tentatif untuk melakukan penyemprotan di zona lain yang lebih aman sambil terus memantau dinamika cuaca.

Baca Juga :  Menguatkan Iman dan Kepercayaan Diri Anak Disabilitas, Rekreasi Bersama Yayasan Ibu Anfrida Naob

Dalam operasi darat ini, sebanyak 35 hingga 40 personel gabungan dikerahkan dari Damkar Kota Malang, Damkar Kabupaten Malang, BPBD Kota Malang, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang.

Guna memastikan penyemprotan tidak terputus, 7 unit kendaraan operasional diterjunkan ke lokasi, yang terdiri atas 1 unit mobil pemukul/penyemprot utama dan 6 unit armada penyedia suplai air secara beruntun (continuous supply).

Mengenai kelanjutan penanganan dari udara menggunakan helikopter pengebom air (water bombing) yang sempat beroperasi pada hari sebelumnya, pihak Damkar menyatakan koordinasi teknis lebih lanjut diserahkan sepenuhnya kepada BPBD Kota Malang.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts