Pj Bupati Bantaeng Pamit, Warga Menangis 

Pj Bupati Bantaeng Pamit, Warga Menangis 
Andi Abubakar

JAKARTA – Warga Bantaeng, Sulawesi Selatan, menunjukkan emosi yang mendalam saat berpisah dengan Penjabat (Pj) Bupati Bantaeng, Andi Abubakar. Sebagai penghargaan warga melakukan konvoi keliling kota. Dalam iringan itu, Andi Abubakar naik di atas sebuah mobil open cup. Ia di arak bak pahlawan yang baru pulang dari medan laga. Semua elemen masyarakat sipil TNI/Polri ikut dalam konvoi di hari terakhir Andi Abubakar, meletakkan jabatan yang digenggamnya selama 1 tahun 4 bulan 22 hari.

Alumnus IPDN Jatinangor ini dilantik sebagai Pj Bupati Bantaeng oleh Pj Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin, pada tanggal 26 Sep 2023 – 19 Pebruari 2025.

Konvoi tersebut sebagai wujud terima kasih atas dedikasi atas kontribusi Andi Abubakar selama menjabat sebagai Pj Bupati.

Kepala Biro Manajemen Kinerja dan Keuangan dan Oraganisasi Arsip Nasional Jakarta, mengaku terharu dengan sambutan meriah dari masyarakat dan ASN setempat, termasuk TNI/Polri, saat berpisah dengannya di Bantaeng. Ia tidak menyangka bahwa masyarakat dan ASN setempat akan melepas pisah dengan dirinya dengan sambutan yang meriah.

Baca Juga :  PJ Bantaeng Berpamitan dengan Wartawan: Mengukir Kenangan dan Kekeluargaan

“Menyaksikan suasana itu saya ikut terharu,” ungkap Andi Abubakar, saat ditemui di ruang kerjanya di Jalan Ampera Pasar Minggu, Senin (24/2).

Andi Abubakar menyatakan bahwa prinsipnya adalah membangun relasi dengan masyarakat tanpa sekat dan tidak pernah merasa lebih. “Semua sama di mata Allah, yang beda itu hanya keimanan dan ketaqwaan,” ungkapnya.

Prinsip ini ditanamkan oleh orang tuanya sebagai arah mata angin dalam mengarungi bahtera kehidupan. Ia mengaku mengalir saja. Bahkan tumah jabatan terbuka untuk umum. Siapa saja boleh masuk termasuk wartawan.

Cendera Mata 

Selama kurang lebih satu tahun menjabat di Bantaeng, meninggalkan cindera mata yang tidak akan perbah tergerus oleh waktu. Cinderamata mata itu berupa bangunan dua infrastruktur penting, yaitu Kantor Arsip dan Gedung Perpustakaan Daerah. Kedua bangunan ini dibangun dengan anggaran sebesar Rp 14 miliar, yang terdiri dari Rp 10 miliar untuk Perpustakaan Daerah yang dibiayai oleh DAK dan Rp 4 miliar untuk Kantor Depo Arsip yang dibiayai melaui APBD setempat.

Baca Juga :  MERDEKA

Andi Abubakar mengibaratkan kedua bangunan ini sebagai “baliho” yang dipasang di hati rakyat, sehingga akan selalu diingat dan didoakan.

 

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts