Bone — Suasana ujian proposal di Program Studi Ilmu Hukum Universitas Andi Sudirman terasa istimewa pada hari Rabu, 16 Juli 2025. Hadir melalui zoom sebagai dosen penguji, Prof. Dr. Mella Ismelina F.R., S.H., M.Hum, Ketua Program Studi Doktor Ilmu Hukum Universitas Tarumanagara Jakarta, memberikan warna tersendiri bagi para mahasiswa calon peneliti hukum di kampus ini.
Salah satu mahasiswa yang berkesempatan diuji langsung oleh Prof. Mella adalah Martina M, mahasiswi Prodi Ilmu Hukum yang tengah merancang skripsinya dengan judul “Peran Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) dalam Pencegahan dan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak.”
Dalam paparannya di hadapan penguji, Martina M menuturkan alasannya memilih topik tersebut. Bukan hanya sekadar tugas akademik, tetapi juga lahir dari kepeduliannya sebagai aktivis yang sehari-hari bergiat di isu penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak, khususnya di Kabupaten Bone.
“Isu kekerasan terhadap perempuan dan anak di Bone masih sering terjadi. Saya merasa punya tanggung jawab moral untuk menjadikannya bahan kajian ilmiah, agar bisa memberi kontribusi nyata lewat data dan rekomendasi kebijakan,” ungkap Martina.
Martina sendiri mendapat bimbingan langsung dari Rektor Universitas Andi Sudirman, Dr. H. M. Yasin, SH., MH, serta Dekan Fakultas Hukum dan Politik, Dr. Asia, SP, SH., MH. Kedua pembimbing ini mendukung penuh langkah Martina untuk mengangkat tema yang sarat nilai pengabdian.
Sebagai penguji, Prof. Dr. Mella Ismelina F.R. dikenal bukan hanya piawai di ruang akademik, tetapi juga aktif menulis buku, artikel ilmiah nasional dan internasional, serta terlibat dalam berbagai penelitian dan pengabdian masyarakat. Lulusan sarjana, magister, hingga doktor di bidang hukum ini juga kerap diundang menjadi narasumber di forum-forum ilmiah, pembuat kebijakan publik, hingga saksi ahli pada kasus lingkungan hidup. Kajian hukum lingkungan, kearifan lokal, dan filsafat hukum menjadi bidang kepakarannya.
Kehadiran Prof. Mella di Universitas Andi Sudirman diharapkan semakin memotivasi mahasiswa, khususnya di Fakultas Hukum dan Politik, untuk terus mengasah kepekaan sosial dan intelektualnya. Termasuk menghasilkan penelitian yang menjawab persoalan nyata di masyarakat.
Dengan semangat tersebut, Universitas Andi Sudirman terus berkomitmen menjadi ruang tumbuh bagi calon sarjana hukum yang tidak hanya cerdas di atas kertas, tetapi juga peduli pada kondisi sosial di sekitarnya.
Sementara itu, Ibu Pembina Yayasan Kampus Universitas Andi Sudirman, Andi Harni, SST., MH., mengungkapkan bahwa kehadiran Prof. Dr. Mella Ismelina F.R., S.H., M.Hum sebagai dosen penguji dalam kegiatan seminar proposal skripsi ini merupakan bentuk implementasi nyata dari Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Andi Sudirman dan Universitas Tarumanagara. “Kita ingin, wawasan keilmuan yang dimiliki serta pengalaman beliau juga dapat dirasakan secara langsung oleh mahasiswa Uniasman, sehingga mampu memperluas cara berpikir dan kualitas riset mereka ke depannya,” pungkasnya. (*)






