
Kampus Universitas Muslim Indonesia Makassar, mendadak ramai. Pelataran kampus Universitas swasta terbesar di Sulawesi Selatan itu dipenuhi karangan bunga.
Pemandangan yang tak biasa. Belum pernah terjadi sebelumnya dalam acara serupa. Sejumlah orang mempertanyakan gerengan apa yang terjadi dalam peristiwa itu. Pertanyaan tersebut akhirnya terkuak.
Deretan karangan bunga mulai dari pihak swasta, bupati, Plt Gubernur Sulawesi Selatan, hingga Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo atau yang akrab disapa Bamsut, mengirim ucapan selamat dan sukses atas promosi doktor dalam bidang hukum, Andi Abbas,SH,MSi.
Daftar nama pejabat teras serta elit politik di negeri ini mengirim ucapan, menambah riuhgada kehebohan di kampus tersebut. Andi Abbas, dispekulasikan sebagai sosok tak lazim. Kendati demikian, mantan Kepala Syahbandar Konawe Kendari ini, tak larut dalam gelombang responsif para pejabat negeri. Ia memposisikan diri sebagai pribadi yang tetap merendah.
Hari itu, Senin 22 Maret 2021, Andi Abbas yang kini menjabat Kepala Syahbandar di wilayah Gorontalo, mempertahankan disertasi berjudul Hakekat Pertanggungjawaban Hukum Syahbandar Terhadap Keselamatan dan Keamanan Pelayaran.
Tim penguji terdiri dari, Prof Dr Hj Mulyati Pawennai SH MH, Prof Dr H La Ode Husen SH MH, Dr Hj Sri Lestari Poernomo SH MH
Dr. Hj Ahyuni Yunus SH MH, Prof dr juanjir Sumardi SH MH (eksternal) serta Prof Dr h.abdul Rahman Mus, SE M. Si (lintas disiplin)
Di luar acara normatif promosi doktor tersebut, ada fenomena menarik di luar gedung. Deretan karangan bunga itu mendadak melambungkan nama UMI menjadi harum. Tak pelak usai mempertahankan disertasi, Andi Abbas ditawari jabatan menjadi dosen.
Tak cuma karangan bunga. Sebagian memgirim ucapan selamat dan doa datang dari Prof, Dr. H. Syaharuddin Nawi, SH, MH yang kala itu menjabat sebagai promotor
Berikut kutipan pesan dan doa sang profesor: Adinda Dr. Andi Abbas, Sungguh luar biasa momen promosi saat itu. Sebuah promosi yang megah, meriah, ekselen, sakral, semarak, mengundang decak kagum dari dalam maupun luar kampus.
Sebuah penghelaan yang membawa jauh tinggi citra UMI, yang membanggakan. Seluruh civitas akademika UMI merasa tersanjung dengan promosi akbar tersebut.
“Doa tiada terputus dari saya semoga adinda dan keluarga senantiasa sukses dalam mengemban amanah negara dan agama serta selalu dalam lindungan dan magfirah Allah SWT. Amin Ya RAB,” tulis Prof yang merupakan promotor dalam promosi doktor Andi Abbas.
Sosok Dr Andi Abbas selama ini dikenal khalayak sebagai pribadi yang low profile. Dalam akselerasi pergaulan, mantan aktivitas HMI ini sangat luwes. Tak memandang asal suku dan latar belakang apa pun. Kedekatan dengan sesama menjadikan dirinya mudah dikenal.
Investasi kebaikan itu kemudian menjadi repsentasi ketika putra Bugis Bone ini mempertahankan disertasi doktor di bidang hukum Tata Negara. Respon dan dukungan doa dari berbagai pihak bukti kebaikan itu sendiri.






