
KUPANG, —Sedikitnya 20 kelurahan, termasuk Liliba di kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, mendapat program Kota Tanpa Kumuh atau “KOTAKU”. Program yang dicanangkan pemerintah ini, untuk memberdayakan warga yang berdampak pandemi covid. Dalam program ini diikuti 20 kelurahan di daerah itu.
Lurah Liliba, Viktor A. Makoni, S.Sos, mengatakan program ini menganut penyelenggaraan kegiatan “Cash For Work” atau CFW yakni kegiatan padat karya tunai.
Dalam Sosialisasi yang dihadiri pihak terkait Lurah Viktor berharap program ini membuat kelurahan Liliba Bersih, Sehat dan Indah serta Sejahtera.
“Program pemberdayaan warga yang terdampak pandemi harus semakin membuat kelurahan Liliba Bersih, Sehat dan Indah serta Sejahtera,” pinta Viktor, Selasa (23/3)
Dalam program ini lanjut Viktor, mendapatkan kucuran dana dari pemerintah untuk masyarakat Cash For Work (CFW) sebesar Rp300 juta.
“Teknis dan operasionalnya akan dijelaskan oleh tim teknis sehingga warga bisa memahaminya,” ujarnya.
Senior Faskel Program KOTAKU, Theresia Bethan menjelaskan Cash For Work atau CFW adalah kegiatan padat karya tunai yang bertujuan untuk memberikan bantuan tunai berupa upah tenaga kerja kepada masyarakat yang terkena dampak pandemi Covid-19.
Program ini bertujuan mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat pasca Covid-19.
Ketua LPM Liliba, Drs. Apolonius Nurak, menambahkan dari 51 kekurahan yang ada di kota Kupang, hanya 20 kelurahan yang ditunjuk menjalankan program padat karya tunai (PKT) dengan pagu dana Rp300 juta.
“Rincian dana Rp300 juta itu untuk kegiatan fisik sebesar Rp197 juta. Sisanya, material sekitar 33 persen dan biaya operasional lainnya,”tandasnya.






