Puisi Purna

Puisi Purna
Ist

 

Oleh : Hendrika LW

 

Pengalaman dipetik seiring
perjalanan dari waktu ke waktu
seperti sebuah petualangan
angin cemas bertiup di suatu pagi yang gemilang

aku resah memasuki gerbang purnabakti
setelah sekian lama total mengabdi
dengan loyalitas cerdaskan anak negeri mengais rejeki demi menyambung hidup
dan mengepulkan asap

Puisi Purna
Ist

badai risau memukul keras
angin cemas kembali meniup
tinggalkan tempat kami menggarap
tempat kami menimba pengalaman
tempat kami bergumul untuk sebuah pencapaian
aku tidak sendirian melangkah pergi
tapi bersama kawan yang tak lagi muda

ya, hidup ini ada batasan
pertemuan melekat erat perpisahan
inilah rotasi waktu
ketika fajar, bunga akan tampak kembang mekar mewangi
namun ada waktu ia layu dan terhempas

Baca Juga :  Sembilan Parpol Non Parlemen di kota Malang Deklarasi

andai waktu tak membawaku ke batas usia

andai perjalanan belum sampai ke tapal batas

aku masih ingin mengabdi
rasanya hasrat berkarya masih membara
melutup letup seperti sengat matahari belum meredup ketika senja menjelang

apa daya, aku hanya bisa mendesah
namun tak bisa mencegah apalagi menghentikan langkah ini
entah ke mana dan sampai kapan

 

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts