MALANG, Zonanusantara– Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya, Jawa Timur membuka donasi untuk membantu korban gempa di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026 menyebabkan kerusakan berat, sedang, dan ringan pada rumah warga, gedung sekolah, rumah ibadah, serta fasilitas umum.
Hingga kini korban jiwa terus bertambah. Gempa susulan masih terjadi dan menambah daftar korban.
Sebelum donasi dibuka untuk umum, organisasi wartawan tertua di Indonesia ini menyampaikan belasungkawa melalui pamflet berkode PWI Malang.
Salah satu pengurus PWI Malang Raya, Toski Dermaleksana mengatakan, donasi yang dibutuhkan saat ini adalah untuk kebutuhan darurat. Jurnalis senior itu menambahkan, bantuan juga bisa berupa dukungan moral dan doa.
“Kami baru saja membuka donasi untuk korban gempa di NTT. Donasi ini akan terus dibuka seiring perkembangan di NTT pascagempa,” kata Toski Dermaleksana melalui sambungan ponselnya, Jumat (21/8/2026).
Untuk mempermudah masyarakat yang ingin memberikan bantuan, donasi dapat disalurkan melalui: Rekening: 03440 1037812531 a.n PWI Malang Raya, Atau diserahkan langsung ke Kantor PWI Malang Raya, Ruko Istana Dinoyo B-10, Jalan MT Haryono, Lowokwaru, Malang, Jawa Timur.
Warga Masih Bertahan di Tenda
Pascagempa, warga masih bertahan di tenda-tenda darurat. Seorang anak warga Kambe-Kisol terlihat tidur di tenda darurat. Pemandangan seperti ini membutuhkan uluran tangan berbagai pihak.
Seorang pegiat media sosial, Anggal, melalui akun Facebook-nya menulis: “Warga Kambe-Kisol Kelurahan Tanah Rata bertahan di tenda di halaman rumah masing-masing. Rata-rata rumah rusak parah, tetapi belum ada bantuan darurat pemerintah.”
Kendati pemerintah telah menyalurkan bantuan secara masif, kondisi di lapangan masih memprihatinkan. Hal ini diperparah dengan gempa susulan yang masih terjadi di wilayah Flores.
Pemerintah pusat dan daerah terus berupaya memulihkan daerah terdampak. Fokus tidak hanya pada korban jiwa yang menjalani perawatan di rumah sakit, tetapi juga pada pemulihan fasilitas umum seperti jembatan, jalan raya, gedung sekolah, dan rumah ibadah.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan, pemerintah telah mengirimkan total 253 ton logistik ke NTT hingga hari kelima pascabencana, 19 Agustus 2026. Bantuan tersebut dikirimkan atas instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto





