Ratusan Miliar Menguap, Wajah Proyek Rehabilitasi Stadion Kanjuruhan Dinilai Memalukan 

Ratusan Miliar Menguap, Wajah Proyek Rehabilitasi Stadion Kanjuruhan Dinilai Memalukan 

Kabupaten Malang, ZonaNusantara – Proyek rehabilitasi Stadion Kanjuruhan yang digelontorkan dengan anggaran fantastis senilai Rp335 miliar kini menuai badai kritik tajam dari publik.

Alih-alih bertransformasi menjadi fasilitas olahraga yang aman, modern, dan bermartabat pasca-tragedi kelam, realita di lapangan justru menyuguhkan pemandangan yang memprihatinkan, lantaran bangunan megah yang sudah hancur sebelum resmi diserahterimakan.

Hal diketahui saat Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarok, melakukan Inspeksi mendadak (sidak) untuk membuka tabir buruk kualitas pengerjaan proyek prestisius ini.

Tanpak, sejumlah titik vital menunjukkan kerusakan struktural yang mengindikasikan adanya indikasi penyelewengan mutu atau pengawasan yang bobrok.

Berdasarkan dokumen resmi Daftar Kerusakan Sarana Prasarana Stadion Kanjuruhan, berikut adalah rincian titik kerusakan fatal yang berhasil diidentifikasi di lapangan.

Ditemukan keretakan masif pada lantai tribun serta pengelupasan struktur beton di sejumlah titik vital, ditambah kondisi kursi penonton yang belum prima.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Sinal Abidin dkk Bantah Keras Dugaan Penganiayaan: Itu Hanya Euphoria Suporter!

Bahkan, terjadi kebocoran parah pada penutup atap tribun VIP, ruangan di lantai 4, hingga tribun penonton ekonomi.

Dengan begitu, diduga kuat mengarah pada penggunaan material di bawah spesifikasi teknis (sub-standard) atau kelalaian fatal dalam metode pemasangan.

Karena, terjadi kerusakan merata meliputi plafon ruangan yang jebol, fasilitas toilet dan cermin yang rusak parah, kerusakan pipa AC outdoor, hingga saluran pembuangan air (drainase) yang mengalami kebuntuan total.

“Kondisi ini sangat disayangkan mengingat stadion ini bernilai proyek besar namun belum resmi diserahterimakan kepada pihak Pemerintah Kabupaten Malang. Standar keamanan dan kualitas pengerjaan patut dipertanyakan secara serius,” tegas Zulham, saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (1/8/2026).

Temuan krusial ini memicu gelombang kemarahan dari berbagai elemen masyarakat Malang.

Mengingat latar belakang historis stadion yang sarat duka, kualitas bangunan dan standar keselamatan tidak boleh ditawar atau dikompromikan sedikit pun.

Publik mendesak agar pihak kontraktor pelaksana maupun instansi pemerintah terkait tidak bersikap pasif dan segera mengambil langkah korektif, dengan melibatkan pihak ketiga yang kredibel untuk mengaudit aliran dana anggaran ratusan miliar rupiah secara transparan sekaligus menguji ulang realisasi fisik bangunan di lapangan.

Baca Juga :  Warga Desa Lapeom Dapat BLT

Meninjau ulang kinerja kontraktor pelaksana dan konsultan pengawas yang diduga kuat lalai dalam memastikan standar mutu dan keselamatan konstruksi.

Untuk itu, Zulham mendesak kontraktor pelaksana rehabilitasi Stadion Kanjuruhan untuk membereskan seluruh kerusakan secara tuntas menggunakan anggaran mandiri sebelum proses serah terima resmi dilakukan.

“Pemulihan Stadion Kanjuruhan bukan sekadar proyek fisik belaka. Langkah ini adalah bentuk penghormatan mutlak terhadap nilai historis sekaligus komitmen harga mati demi menjamin keselamatan setiap warga di masa depan,” tukasnya.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts