MALANGKOTA – Rendra Masdrajad Safaat resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Cabang Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Kota Malang masa bakti 2026–2030.
Kepastian itu ditetapkan dalam Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar Jumat, 18 September 2026, di Kopi Lepas Sedjenak (KOPASS), Jalan Jakarta Dalam, Kota Malang.
Muscab menjadi momentum pergantian kepengurusan setelah masa bakti 2022–2026 berakhir.
Rendra akan memimpin kepengurusan baru bersama keluarga besar Kodrat Kota Malang dalam melanjutkan agenda organisasi, pembinaan atlet, dan pengembangan prestasi ke depan.
Tarung Derajat sendiri merupakan seni bela diri asli Indonesia yang diciptakan oleh Achmad Dradjat atau yang dikenal dengan sebutan Aa Boxer. Dalam perkembangannya, Tarung Derajat tidak hanya menjadi seni bela diri, tetapi juga berkembang sebagai olahraga prestasi yang dibina melalui berbagai satuan latihan di daerah, termasuk Kota Malang.
Di Kota Malang, Tarung Derajat mulai berkembang sejak dekade 1990-an. Pembinaan sempat mengalami kevakuman di awal 2000-an sebelum kembali bangkit pada 2009 melalui sejumlah pelatih dan kader. Sejak saat itu, pembinaan terus berkembang melalui satuan latihan, lingkungan kampus dan sekolah, serta keikutsertaan di berbagai kompetisi tingkat daerah.
Dalam sambutannya, Rendra menyampaikan terima kasih atas amanah yang diberikan. Ia mengaku tanggung jawab tersebut tidak ringan dan membutuhkan dukungan dari seluruh keluarga besar Kodrat.
“Saya sebenarnya merasa tidak layak untuk menyandang amanah ini. Tetapi dengan dukungan Bapak, Ibu, Mas, Mbak, dan adik-adik semuanya, saya menjadi bersemangat dan optimis untuk bisa memegang amanah berat ini,” ujar Rendra.
Anggota DPRD Kota Malang itu menegaskan, kepengurusan baru tidak hanya dituntut menjaga eksistensi organisasi, tetapi juga memastikan Tarung Derajat terus berkembang dan menjadi ruang pembinaan bagi generasi muda.
Menurutnya, olahraga harus menjadi sarana untuk membentuk generasi yang sehat, berkarakter, dan berprestasi. Karena itu, pembinaan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai unsur.
“Tarung Derajat ke depannya harus bisa eksis dan semakin berkembang. Kita ingin generasi muda bisa menjadi sehat, berakhlak mulia, dan berprestasi melalui Tarung Derajat,” katanya.
Rendra juga menekankan pentingnya kebersamaan dan sinergi dalam menjalankan kepengurusan periode 2026–2030. Pengembangan organisasi, kata dia, tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi antara pengurus, pelatih, atlet, dan pihak-pihak yang peduli terhadap olahraga.
“Mari kita jadikan Tarung Derajat Kota Malang semakin solid, semakin berprestasi, dan semakin dikenal,” pungkasnya.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, pembinaan Tarung Derajat di Kota Malang diharapkan dapat berjalan lebih konsisten, solid, dan mampu melahirkan lebih banyak atlet berprestasi. (*)






