KEFAMENANU,- Dalam balutan Seragam yang berbeda warna, mereka duduk berdampingan. Bukan di garis komando atau latihan fisik, tetapi dalam keheningan dan Doa.
Kodim 1618/TTU menghadirkan pemandangan penuh makna saat menggelar pembinaan Rohani bagi prajurit TNI dan Polri menjelang perayaan Paskah, Kamis (10/4), di Aula Makodim.
Kegiatan ini menandai bahwa sinergitas TNI-Polri tidak hanya terwujud dalam operasi lapangan, tetapi juga dalam ruang batin yang sama: ruang yang menyatukan dalam nilai iman, kasih, dan ketulusan pengabdian.
Pembinaan iman yang dipimpin oleh Romo Yoris Samuel Giri ini menjadi momen kontemplatif, di mana para abdi negara dari Kodim 1618/TTU dan Polres TTU membuka hati untuk saling menguatkan sebagai saudara seiman.
“Kami bukan hanya rekan tugas, tapi juga saudara dalam pengharapan. Kegiatan ini mengingatkan kami untuk menjaga bukan hanya batas negara, tapi juga batas moral,” ujar salah satu anggota TNI yang hadir.
Komandan Kodim 1618/TTU, Letkol Arm Didit Prasetyo Purwanto, S.E., menegaskan bahwa kegiatan seperti ini adalah bagian dari strategi membangun personel yang seimbang secara fisik, mental, dan spiritual.
“Di balik ketegasan seorang prajurit, ada kebutuhan untuk pulang sejenak ke dalam diri, menemukan kembali makna tugas melalui doa,” ucapnya.
Di tengah dinamika pelayanan dan tantangan di lapangan, pembinaan rohani seperti ini menjadi penyejuk. Sebuah refleksi bahwa keamanan dan ketertiban sejati bukan hanya lahir dari barikade dan senjata, tetapi juga dari batin yang bersih dan hati yang terarah.

Romo Yoris dalam renungannya menyampaikan pesan sederhana namun kuat “Paskah mengajak kita untuk memperbarui diri, membangkitkan niat melayani dengan hati yang bersih.”
Dengan kegiatan ini, Kodim 1618/TTU memperlihatkan bahwa nilai-nilai spiritual adalah fondasi tak tergantikan dalam membangun kekuatan TNI-Polri yang tidak hanya kuat secara fisik, tapi juga tangguh dalam moral dan iman.






