Salea Medi, dari  Jalanan Ibukota ke Kursi Empuk DPRD Matim

Salea Medi, Dari  Jalanan Ibukota Ke Kursi Empuk Dprd Matim

 

Piter S. – Jakarta 

Rabu 3 Juni 2026 saya merasa berjumpa kembali dan bernostalgia dengan sosok yang tidak asing untuk diaspora Manggarai, tepatnya Manggarai Timur di Jakarta. Pria kekar asal Peot, Borong ini pernah mengalami kerasnya kehidupan jalanan di ibukota negara, Jakarta. Namanya cukup tersohor, Salesius Medi atau lebih populer disapa Medi.

Dia memiliki modal fisik yang mumpuni untuk menaklukan kerasnya kehidupan di ibukota: kekar dengan wajah garang dan tatapan mata yang tajam seperti mata elang mengunci calon mangsanya. Cukup memandang fisiknya saja, pemberani sekalipun langsung ciut nyalinya.

Namun di balik fisiknya yang kekar dan keras dengan sorotan mata yang tajam tersembunyi software-nya yang tak kalah mumpuni. Perjumpaannya dengan kaum elit kelas atas dari berbagai profesi dan status sosial di ibukota ibarat kuliah gratis tanpa ruang, sehingga menambah wawasan dan mengisi sangkar intelektualnya.

Orang sering tertipu dengan casing yang sangar ibarat batu karang Lia Mbala. Ketika terjadi interaksi personal baru terkejut. Ternyata di balik casing yang sangar itu tersembunyi software yang lembut seperti salju. Tutur katanya santun terujur, dan sikapnya lembut menggoda, membuat mitra bicara merasa tenang dan terlindungi.

Kehidupan ibukota Jakarta yang keras, tetapi penuh pesona, serta memanjakan mata dan hasrat tidak membuat Medi terlena dalam pesona dan kesenangan semu yang ditawarkan ibukota. Dia banting stir menuju kampung halamannya dengan membawa serta pengalaman berharga yang didapatnya di ibukota.

Baca Juga :  SMAN 3 Bone Sabet Prestasi Mengesankan, Rebut Juara Umum I di Ajang Art Competition

Perlahan tapi pasti dia melakukan transformasi diri, terjun ke dunia politik. Dia bergabung dengan PDI-P. Sebagai pendatang baru, Medi harus merangkak dari bawah sambil meninggalkan rekam jejak yang baik bagi masyarakat dan elit-elit lokal PDI-P. Tidak heran, pada Pileg 2019 Medi masuk dalam radar PDI-P Manggarai Timur untuk digodok sebagai caleg PDI-P dari Dapil Borong dan terpilih sebagai anggota DPRD Matim 2019-2024.

Kejutan besar terjadi pada Pileg 2024, secara mengejutkan Medi meraih suara terbanyak dari anggota DPRD terpilh Matim dan mengantarnya ke kursi empuk Ketua DPRD Matim periode 2024-2029. Pencapaian karir politik bukan kebetulan atau suatu “given,” tetapi buah dari kerja keras, kedisiplinan, profesionalitas dan menabur kebaikan kepada sesama

Kini namanya mulai dielus untuk kursi nomor satu Kab, Matim. Tapi Medi tetap merendah, ”Saya menjalani hidup apa adanya. Apa yang saya raih saat ini bukan karena kehebatan saya. Itu semua sudah diatur oleh Dia yang di atas,” ujar Medi, menimpali apresiasi tulus dari seniornya, Pieter Sambut.

Transformasi dirinya memang luar biasa, sebuah lompatan yang terbilang tinggi dan jauh: dari aktor jalanan menjadi politisi lokal yang diperhitungkan. Sosok Medi yang telah bertransformasi sebagai elit politik lokal dapat dikatakan tlspektakuler dan patut diapreasi.

Coretan sekenanya ini bukan glorifikasi atas pribadi sang Ketua DPRD Matim, tetapi sharing nilai- nilai kemanusiaan (humanistic values), bahwa kerja keras, disilin, perjuangan tanpa henti, optimisme, konsistensi, solidaritas dan kepedulian, serta mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi tidak pernah mengkianati hasil. Tidak ada yang instant dalam hidup ini. Juga tidak ada rekam jejak (track record) yang abadi hanya dengan omon-omon. Omon-omon dan perbuatan harus matching atau selaras. Kata orang Latin, ”Verba doscent, exempla trahun,” – Kata-kata mengajar, contoh hidup atau keteladanan menarik orang.

Baca Juga :  Jaringan Bisnis NSR Tumbuh Pesat, 20 Persen Laba Dialokasikan untuk Program Sosial Berkelanjutan

Memang patut dicatat, bahwa bukan hanya Sales Medi yang mengalami transformasi dari jalanan ibukota ke politisi elit lokal. Sebut saja Bernadus Nuel yang pernah menikmati empuknya kursi Wakil Ketua DPRD Matim periode 2019-2024. Sayang dewi fortuna belum memihak Nadus. Politisi dari Partai Haruna ini tidak terpiiih saat Pileg 2024-2029. Saat ini Nadus tetap enjoy menikmati masa kesuksesannya yang tertunda dalam karir politiknya. Ada juga ase Edison Rihi dari Hanura yang kini memasuki periode ketiga sebagai anggota DPRD Mamggarai, dan masih banyak yang lain.

Selamat dan sukses ase Sales Medi, Ketua DPRD Kab. Matim. Tidak ada yang lebih berharga dan bangga atas dirimu selain sebagai “Penyambung Lidah Rakyat.” Jabatan atau kedudukan tidak abadi. Kata-kata magis wasiat Sang Proklamator, Bung Karno ini hendaknya selalu menyuntikan energi baru dalam mengemban tugas mulia sebagai penyambung lidah rakyat Matim yang akan dikenang sejarah.***

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts