BONE–SMKN 2 Bone kembali menggandeng industri dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan bagi siswa jurusan Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM). Bersama PT SJAM, sekolah ini menggelar seminar teknologi Yamaha melalui program High School Training (HST) dengan tema “Bersama Yamaha Prestasiku Semakin di Depan”. Acara yang digelar sehari penuh ini diikuti oleh 95 siswa dari kelas X hingga XII, dan dibuka langsung oleh Kepala UPT SMKN 2 Bone, Anzar, S.Pd., M.Si.

Dalam sambutannya, Anzar menekankan pentingnya kerjasama antara dunia pendidikan dan industri, seperti yang terwujud dalam seminar ini. “Kedatangan industri ke sekolah adalah momentum penting untuk memacu semangat dan motivasi siswa dalam meningkatkan keterampilan di bidang TBSM,” ungkapnya. Menurut Anzar, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang update teknologi mesin Yamaha, tetapi juga memberikan wawasan tentang budaya kerja di dunia industri.
“Manfaatkan momen ini untuk terus meningkatkan prestasi dan keterampilan kalian, sehingga menjadi siswa yang unggul dan terampil di bidangnya,” tambahnya.
Seminar ini menghadirkan trainer berpengalaman dari Institut Yamaha, yaitu Helly dan Wawan, serta Ketua Jurusan TBSM SMKN 2 Bone, A. Lutfi, dan guru produktif, A. Akmal. Para siswa terlihat antusias mengikuti setiap sesi, terutama saat doorprize diberikan kepada mereka yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar.
Wawan, salah satu trainer, menekankan bahwa lulusan SMK memiliki tiga pilihan utama setelah lulus, yaitu langsung bekerja di industri, berwirausaha, atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi jika memungkinkan. Namun, ia juga mengingatkan bahwa salah satu tantangan terbesar bagi lulusan SMK adalah ketika mereka tidak terserap oleh dunia kerja. “Kegagalan utama lulusan SMK adalah ketika mereka tidak mampu terserap di dunia industri,” jelasnya.
Untuk itu, Wawan menekankan pentingnya tiga hal yang harus dimiliki oleh setiap siswa, yaitu attitude (sikap), mental, dan komunikasi yang baik. Sementara itu, Helly memberikan pemaparan menarik tentang sejarah Yamaha serta tipe-tipe produk yang telah dirilis hingga saat ini.
Kegiatan seperti ini merupakan bagian dari program Yamaha Goes to School, yang terus ditingkatkan dengan menghadirkan praktisi dari industri sebagai pengajar. Hal ini diharapkan mampu mengasah keterampilan siswa dan memberikan wawasan yang tidak mereka dapatkan di sekolah. “Program ini adalah salah satu wujud komitmen kami untuk memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri,” ujar Anzar, S.Pd., M.Si.
Dengan kolaborasi seperti ini, diharapkan para siswa SMKN 2 Bone, khususnya jurusan TBSM, dapat lebih siap menghadapi dunia kerja dan menjadi lulusan yang unggul serta berdaya saing tinggi. (*)






