Tembus Pasar Dunia, Zama Homewear Malang Sukses Ekspansi Berkat Kemitraan Strategis Bersama JNE

Tembus Pasar Dunia, Zama Homewear Malang Sukses Ekspansi Berkat Kemitraan Strategis Bersama Jne

Kota Malang, ZonaNusantara – Sektor logistik dan pengiriman memegang peranan kunci bagi kemajuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk dapat bersaing di kancah internasional.

Keberhasilan ini dirasakan langsung oleh Zama Homewear, merek busana asal Malang, Jawa Timur, yang sukses menembus pasar mancanegara berkat inovasi produk dan kemitraan strategis bersama JNE.

Dirintis sejak Desember 2017 oleh Srie Dewi Wirautami, Zama Homewear berawal dari keinginan menghadirkan suvenir non-kuliner khas Malang yang berkualitas serta tahan lama.

Dengan keahlian di bidang desain produk, pembuatan pola, hingga desain bordir, Dewi mengembangkan usahanya secara konsisten.

Sejak awal berdiri, Zama Homewear telah memercayakan distribusi produknya kepada JNE Kantor Cabang Soekarno-Hatta, Malang. Seiring pesatnya pertumbuhan bisnis berbasis daring (online), merek ini kini resmi terdaftar sebagai pelanggan korporasi (corporate customer) JNE.

“JNE ini 100 persen milik merah putih. Ini sejalan dengan visi Zama yang mengusung kearifan lokal serta memberdayakan SDM dari masyarakat kita sendiri,” ujar Dewi dalam program podcast “Cerita Bareng Brand Lokal” di kanal YouTube JNE, Selasa (13/10/2026).

Baca Juga :  Perlindungan Sosial Bagi Profesi Nelayan, Prioritas Utama Anggota DPR RI Andi Akmal Pasluddin

Menanggapi kemitraan tersebut, Main Branch Head JNE Malang, Andre Nurdjianto, menjelaskan bahwa status corporate customer memberikan beragam efisiensi operasional bagi pelaku UMKM.

“Zama mendapatkan beberapa fasilitas kemudahan, seperti penjadwalan penjemputan paket (pick-up) teratur dan pembayaran tagihan bulanan,” terang Andre.

Tak sekadar menawarkan busana rumah berdetail bordir khas, Zama Homewear menerapkan konsep produksi padat karya tanpa mengandalkan mesin industri besar.

Langkah ini sejalan dengan komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), di mana 97 persen tim dan perajinnya merupakan perempuan.

Selain fokus pada pemberdayaan gender, Zama juga menerapkan prinsip upcycling dengan mendaur ulang limbah kain sisa produksi menjadi produk bernilai jual tinggi.

Berkat dedikasi dalam pemberdayaan masyarakat, Zama Homewear berhasil menyabet penghargaan Juara 1 UMKM Berprestasi Jawa Timur 2026 dan terpilih mewakili Indonesia pada ajang dunia World Expo 2025 di Osaka, Jepang.

Berawal dari fokus pada daster rumahan, inovasi Zama kini meluas ke pakaian sehari-hari (daily wear) hingga busana anak melalui lini Little Zama.

Baca Juga :  PMK 81 Tahun 2025: Sebuah Keputusan yang Mencederai Keadilan dan Kesejahteraan Masyarakat Desa

Produk-produknya telah menjangkau wisatawan mancanegara serta diaspora Indonesia di berbagai negara, seperti Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Swiss, hingga beberapa negara di Eropa.

Saat ini, Zama sedang gencar melakukan penetrasi pasar luar negeri. Salah satu langkah terbarunya adalah mengikuti kurasi produk bersama Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) untuk ajang Year-End Exhibition di Kobe Hankyu, Jepang.

“Target kami hingga tahun 2030 adalah dapat memberdayakan hingga 500 pekerja kreatif. Dari angka 120 tim saat ini, kami optimistis dengan ekspansi pasar yang agresif dan dukungan ekosistem yang kuat, mimpi ini bisa terwujud,” pungkas Dewi.

Dukungan infrastruktur pengiriman yang andal seperti JNE menjadi bukti nyata pentingnya kolaborasi ekosistem dalam menjembatani karya anak bangsa dari daerah menuju panggung dunia.

Tetap Terhubung
Ikuti Zonanusantara.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Related posts