BONE–SMAN 13 Bone telah menggelar sebuah pergelaran tari yang mengusung tema “Khasana Budaya Nusantara” dengan sukses pada Sabtu, 09 Februari 2024, di Pelataran Planet Cinema. Kegiatan ini melibatkan siswa kelas XII dan dibuka secara resmi oleh Kasi Pembinaan SMA Shabiel Zakaria, SPd., M.Pd. Wakasek Kurikulum SMAN 13 Bone, Drs. Rusdi, memberikan apresiasi terhadap program pergelaran tari ini, yang merupakan bagian dari pembinaan dalam kurikulum 2013.

Menurut Drs. Rusdi, kegiatan ini merupakan salah satu pencapaian seni bagi siswa kelas XII, yang telah menjadi tradisi setiap tahun di SMAN 13 Bone. Ia menyatakan kekagumannya terhadap kesemarakkan yang selalu terpancar dalam pergelaran seni tersebut dari tahun ke tahun. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa acara tersebut bukan hanya sekadar ajang untuk mempertunjukkan bakat seni, tetapi juga sebagai wadah bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas mereka.

“Kami bangga melihat partisipasi tidak hanya dari siswa perempuan, tetapi juga siswa laki-laki yang turut aktif dalam pergelaran seni ini,” ungkap Drs. Rusdi.
Pergelaran tari dengan tema “Khasana Budaya Nusantara” ini tidak hanya memperkaya budaya lokal, tetapi juga menginspirasi siswa untuk menjaga dan menghargai kekayaan budaya Nusantara. Keberhasilan acara ini menjadi bukti nyata bahwa SMAN 13 Bone bukan hanya sekadar lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi tempat untuk mengembangkan potensi seni dan kreativitas siswa secara menyeluruh.
Hermawati, SPd, selaku guru pembina seni, menyatakan bahwa pergelaran seni tari ini menjadi wujud nyata dari semangat kurikulum yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia, dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman.
Menurut Hermawati, implementasi ini juga sejalan dengan UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, khususnya Pasal 3 yang menegaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. Tujuannya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, dengan harapan agar peserta didik menjadi manusia yang religius, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
Sentuhan kurikulum 2013 menjadi landasan, khususnya dalam mata pelajaran wajib seperti seni budaya. Sent budaya dan sent tari menjadi bagian integral dari pembelajaran di kelas XII SMAN 13 Bone pada tahun pelajaran 2023/2024.
Pergelaran seni tari ini tidak hanya menjadi wadah untuk mengekspresikan bakat dan minat siswa, tetapi juga menjadi wahana untuk memperkuat identitas budaya bangsa dan mengasah nilai-nilai kebersamaan serta kepedulian sosial. Hermawati menegaskan bahwa keberhasilan pergelaran ini tidak terlepas dari perjuangan masyarakat, pemerintah, dan tentu saja, peran penting para pelaksana pendidikan, yakni para guru.
Dengan adanya pergelaran seni tari ini, diharapkan semakin banyak siswa yang terinspirasi untuk mengembangkan minat dan bakat seni mereka, serta semakin menghargai dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia. SMAN 13 Bone berkomitmen untuk terus mengintegrasikan seni budaya dalam kurikulumnya, sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang berbudaya dan berkarakter.

Kasi Pembinaan SMA Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Bone, Shabiel Zakaria, SPd MPd, dengan bangga membuka gelaran yang diadakan. Acara ini merupakan bukti komitmen SMAN 13 Bone untuk menggelar kegiatan seni setiap tahunnya. Tidak hanya itu, kebanggaan juga dirasakan karena sekolah ini berhasil konsisten dalam menghadirkan karya seni, khususnya dalam bentuk tarian kreasi dan tradisional.
Shabiel Zakaria menyatakan kebanggaannya atas kontribusi SMAN 13 Bone dalam dunia seni tari, dengan mengikutsertakan siswa dalam festival-festival yang diselenggarakan. Hal ini sejalan dengan persiapan kurikulum yang telah dimulai sejak bulan Juni, dengan fokus pada pengembangan kegiatan ekstrakurikuler dan penerapan nilai-nilai kebudayaan lokal.
Tidak hanya SMAN 13 Bone, namun SMAN 14 Bone dan SMA Islam Athirah Bone juga diakui sebagai sekolah penggerak dalam bidang seni. Zakaria menegaskan pentingnya persiapan mandiri dalam menghadapi setiap acara seni, sekaligus menekankan pentingnya menjaga etika dan moralitas dalam setiap penampilan seni, agar tidak melanggar norma agama dan budaya.
“Seni adalah cermin jiwa yang jujur, dan melalui seni, kita dapat melahirkan budaya baru serta menciptakan peradaban yang lebih baik,” ujar Zakaria.
Selain itu, Zakaria juga mengingatkan siswa kelas XII untuk mensukseskan pelaksanaan pemilu tahun 2024 mendatang, serta meningkatkan kualitas penyerapan masuk ke perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya untuk menghasilkan generasi yang berkualitas dan berkompeten.
Kepala 13 Bone, Drs. Hamzah., MM, mengungkapkan pentingnya pagelaran seni sebagai sarana untuk memupuk nilai-nilai tradisional. Dalam pernyataannya, Drs. Hamzah mengatakan bahwa melalui pagelaran seni ini, harapannya adalah agar seluruh warga, terutama generasi muda yang merupakan harapan bangsa, terus memelihara warisan budaya leluhur.
“Kami berharap dengan pagelaran seni ini, seluruh warga khususnya anak-anak muda generasi harapan bangsa dapat terus melestarikan budaya leluhur kita. Karena dari budaya yang ada, kita dapatkan nilai-nilai karakter didalamnya yang diharapkan dapat menjadi jati diri dari generasi muda itu sendiri,” ungkap Drs. Hamzah.
Lebih lanjut, ia menyatakan keyakinannya bahwa pemahaman dan penghargaan terhadap budaya lokal akan membantu generasi muda dalam membentuk identitas mereka serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
“Generasi yang kuat adalah generasi yang dapat menyiapkan masa depannya dengan baik dan tidak menjadi penonton di rumah sendiri, tetapi menjadi pelaku utama dalam pembangunan di segala aspek,” tambahnya.
Dengan mengadakan pagelaran seni ini, SMAN 13 Bone berharap dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter generasi muda yang berkualitas serta berkontribusi dalam memajukan bangsa melalui pemeliharaan dan pengembangan budaya lokal. (*)






