
MAUMERE, Uskup Agung Ende, Mgr. Vincentius Sensi Potokota, Pr menahbiskan 12 diakon di keuskupan itu. Para diakon atau calon pastor dari Serikat Sabda Allah (SVD) ini ditabiskan di Aula St. Thomas Aquinas Ledalero sabtu kemarin.
Dalam kotbahnya, Mgr. Vincentius Sensi Potokota, Pr mengatakan kedua belas diakon ini merupakan orang-orang pilihan Allah yang dinilai layak melalui banyak pihak.
“Saya berani mengatakan pada titik ini, Anda adalah orang-orang pilihan Allah yang dinilai layak oleh Allah melalui banyak pihak sepanjang perjalanan peziarahan Anda,” kata Uskup Sensi.
Menurutnya para diakon diutus untuk menjadi misioner yang dikehendaki oleh Allah sendiri
Uskup Sensi pada perayaan didampingi provinsial SVD Ende, Pater Lukas Jua, SVD, Rektor Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero Pater Fransiskus Ceunfin, SVD dan Provinsial Provinsi SVD Ruteng Pater Paulus Djogo, SVD.
Provinsial SVD Ende, Pater Lukas Jua menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah mengambil bagian dalam perjalanan panggilan 12 imam baru.
“Tuhan berpesan pergilah dan wartakan agar orang bertobat. Manusia zaman milenial telah meninggalkan Tuhan ( gereja) dan kenyataan ini merupakan pekerjaan paling berat bagi kita,” ungkap Pater Lukas.
Lanjut Pater Lukas, para misionaris yang diutus ke medan misi terutama Eropa memiliki pekerjaan berat untuk mewartakan pertobatan.
“Mari kita berdoa agar 12 imam baru dapat meneladani dua belas rasul,” ajak Pater Lukas.
Pater Yudi Keon yang mewakili imam baru mengucapkan syukur dan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung ziarah panggilan sejak seminari kecil hingga seminari tinggi.
“Kami berkomitmen sungguh dan berakar dalam Allah Tritunggal dan menunjukkan identitas diri sebagai SVD yang sejati melalui komitmen yang teguh untuk menjalankan pastoral dalam Serikat Sabda Allah,” kata imam muda yang mendapat tugas misi di Brazil Central.
Perayaan ini tetap mematuhi protokol kesehatan. Sebelum acara dimulai,
Dinas Kesehatan Sikka melakukan penyemprotan disinfektan di Aula St. Thomas Aquinas, seluruh komunitas Seminari Tinggi Ledalero yang mengikuti perayaan memakai masker. Keluarga imam baru yang mengikuti perayaan diwajibkan memberikan hasil rapid tes kepada panitia.






